Breaking News:

Peringatan Sumpah Pemuda

Yenny Wahid Minta Akhiri Polarisasi Kadrun dan Cebong

Yenny Wahid meminta masyarakat sudahi polarisasi kadrun dan cebong di tengah Hari Sumpah Pemuda.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Ilham Mulyawan
nu.or.id
Yenny Wahid mengatakan uuk menghindari perpecahan, masyarakat harus menghentikan penyebutan istilah kadrun dan cebong. 

TRIBUN-SULBAR.COM – Zannuba Arifah Chafsoh atau yang biasa deikenal sebagai Yenny Wahid meminta masyarakat Indonesia tidak lagi terpolarisasi dan mengakhiri istilah kadrun dan cebong.

Dengan semangat Sumpah Pemuda, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia lebih penting daripada tujuan politik jangkan pendek.

Perlu diketahui, fenomena kadrun dan cebong mulai muncul ketika pemilihan Presiden Republik Indonesia era Joko Widodo dan Prabowo.

Meskipun kedua calon sudah berada pada satu barisan, akan tetapi istilah kadrun dan cebong masih tetap eksis, bahkan melebar kemana-mana.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved