OPINI

Proyek IKN, Surga Baru Bagi Para Kapitalis?

Pemerintah juga memastikan, pada 2022 mendatang Konstruksi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan akan mulai dibangun.

Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
Satriah, Pengurus MT Mar Atul Mut Mainnah 

Oleh: Satriah, Pengurus MT Mar Atul Mut Mainnah

Tampaknya, Proyek pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) akan segera terealisasikan.

Sebagaimana dilansir dari TRIBUNNEWS.COM, Jokowi Widodo selaku Presiden RI menegaskan bahwa proses pemindahan Ibu Kota Negara baru di Panajem Paser Baru, Kalimantan Timur akan tetap berjalan. Meskipun saat ini Indonesia masih harus menghadapi pandemi Covid-19.

Dan diketahui beberapa hari lalu presiden telah mengirimkan RUU IKN kepada Pimpinan DPR. Isinya mengatur tentang fungsi, kedudukan, sistem pemerintahan dan tehnis peralihan Ibu Kota.

Pemerintah juga memastikan, pada 2022 mendatang Konstruksi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan akan mulai dibangun. Tidak hanya gedung pemerintahan, tapi juga kawasan pemukiman bagi ASN, TNI/POLRI, dan pemukiman masyarakat umum.

Sikap pemerintah yang memaksakan agar proyek IKN ini tetap berjalan sangat disayangkan. Betapa tidak saat ini kondisi perekonomian negara sedang tidak baik terlebih ini terjadi di kala pandemi. Untuk memulihkan ekonomi dan kesehatan saja pemerintah masih harus menyediakan biaya yang besar.

Lantas, bagaimana negara membiayai proyek IKN ini?  Tentu menimbulkan pertanyaan.

Dalam dokumen RPJM 2020-2024 disebutkan, biaya untuk proyek pemindahan IKN ini berkisar Rp 466,98 trilliun. Direncanakan sumber dana dari APBN sebesar Rp 91,29 trilliun. Dan dari KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usha) sebesar Rp 252,46 trilliun. Sisanya, dari Badan Usaha Rp 123,23 trillun.

Namun, persoalannya adalah pemerintah tidak mengalokasikan anggaran untuk pemindahan IKN dalam RAPBN 2022. Jika seperti ini, dari mana lagi dana itu akan dialokasikan?

Tentu jawaban yang sangat logis adalah pemerintah akan mengandalkan peran Swasta atau pemilik modal. Dan tentu ini sangat berbahaya karena tidak hanya menambah beban utang tapi juga akan membuat negara ini semakin jatuh kedalam cengkraman swasta atau para Kapitalis.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved