Universitas Sulawesi Barat

Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat Minta Transparansi Hasil Seleksi KIP Kuliah

Yasin mengungkapkan, terdapat masalah terhadap mahasiswa angkatan 2021 yang tidak lolos KIP kuliah.

Penulis: Misbah Sabaruddin | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Misbah Sabaruddin
Gedung Laboratorium Terpadu Unsulbar. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) meminta transparansi hasil seleksi penerimaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah untuk angkatan 2021.

Salah satunya, Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Yasin Rahman, meminta pihak kampus terbuka terkait hasil proses seleksi KIP kuliah.

Yasin mengungkapkan, terdapat masalah terhadap mahasiswa angkatan 2021 yang tidak lolos KIP kuliah.

Baca juga: Mahasiswa Unsulbar Bahagia Kuota Internet Kemdikbud 15 GB Cair

Baca juga: Narasi Najwa Shihab Bayar Sewa Kos 8 Bulan Mahasiswa Unsulbar Majene

"Ada beberapa junior yang memiliki KIP kuliah dan lolos pendaftaran jalur SBMPTN, tapi tidak masuk dalam data seleksi, jadi kami ingin mempertanyakan bagaimana proses penyeleksian KIP kuliah," jelasnya kepada Tribun-Sulbar.com, Senin (26/10/2021).

Ia mengaku, mahasiswa telah menemui pihak kampus untuk meminta penjelasan.

Mereka meminta data hasil seleksi tiap tahapan KIP kuliah, mulai dari data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek), data hasil wawancara, hingga data final penerima dan yang tidak lolos KIP.

Namun,kata dia, pihak kampus menolak memberikan data tersebut dan menerangkan ke mahasiswa bahwa prioritas penerima KIP kuliah adalah mahasiswa jalur SNMPTN dan SBMPTN.

"Karena itu, kami menuntut transparansi hasil prosedur penyeleksian KIP kuliah yang menurut kami terdapat ketidakjelasan," ucapnya.

Tambahnya, saat ini ada empat mahasiswa yang merasa dirugikan oleh hasil seleksi KIP kuliah tidak transparan.

Mereka akan membuka pengaduan untuk mehasiswa yang juga memiliki masalah yang sama.

Terpisah, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Abdul Latif Dollah, menjelaskan, data tahap awal untuk mahasiswa penerima KIP kuliah berasal dari Kementerian Sosial yang datanya sudah dievaluasi sesuai sistem prioritas.

"Evaluasi awal itu dari Kemensos yang datanya sudah diurut sesuai prioritas, jadi kami di universitas tinggal evaluasi kembali melalui verifikasi data," jelas Latif kepada wartawan Selasa (26/10/2021).

Ia mengungkapkan, sistem evaluasi di Unsulbar dilakukan oleh tim, mulai dari berkas, hasil wawancara, hingga tim yang bertugas meninjau rumah calon penerima KIP kuliah.

Gedung Laboratorium Terpadu Unsulbar.
Gedung Laboratorium Terpadu Unsulbar. (Tribun-Sulbar.com/Misbah Sabaruddin)

"Setelah itu kami evaluasi lagi dan urut untuk melihat kelayakan menerima KIP kuliah," tambahnya.

Ia juga menjelaskan, untuk mahasiswa yang datanya tidak masuk dalam hasil evaluasi Kemensos akan diusahakan di kuota tambahan.

Kuota tambahan tersebut masih dalam tahap pengusulan ke Kemendikbud Ristek.

"Jadi mohon bersabar saja. Kita sudah ajukan kuota tambahan," pungkasnya. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Misbah Sabaruddin

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved