Breaking News:

Protes Aturan Tes PCR Terhadap Calon Penumpang, Serikat Karyawan Angkasa Pura II Surati Presiden

Surat yang dilayangkan kepada Presiden Joko Widodo tersebut, berisi beberapa poin terkait tidak adanya keseimbangan mengenai aturan perjalanan

Editor: Ilham Mulyawan
Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman
Penumpang pesawat di Bandara Tampa Padanga Mamuju. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Baru-baru ini, pemerintah mewajibkan calon penumpang pesawat mengantongi hasil negatif tes Polymerase Chain Reaction (PCR) jika ingin bepergian menggunakan pesawat.

Namun aturan ini mendapat tentangan dari Serikat karyawan Angkasa Pura II.

Mereka melayangkan surat kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, terkait kewajiban tes Covid-19 dengan metode PCR tersebut.

Surat yang dilayangkan kepada Presiden Joko Widodo tersebut, berisi beberapa poin terkait tidak adanya keseimbangan mengenai aturan perjalanan khususnya untuk angkutan udara.

Dalam surat tersebut, serikat karyawan Angkasa Pura II menyampaikan bahwa angkutan udara relatif memiliki protokol kesehatan yang ketat untuk meminimalkan penyebaran Covid-19.

Serikat karyawan Angkasa Pura II menjabarkan ada alasan mengapa syarat PCR tidak relevan untuk penumpang pesawat.

"Pertama, bandara sebagai tempat perpindahan penumpang kini telah dilengkapi dengan fasilitas pendukung protokol kesehatan sehingga aman bagi penumpang," tulis surat terbuka tersebut yang dikutip Minggu (24/10/2021).

Fasilitas yang disebutkan misalnya sanitizer, pengecekan suhu tubuh, sterilisasi barang menggunakan sinar UV, hingga penggunaan aplikasi Peduli Lindungi.

Kemudian penumpang pesawat yang masuk ke wilayah bandara dipastikan sudah mengantongi sertifikat vaksin Covid-19 minimal dosis pertama. Di dalam pesawat, seluruh pilot dan kru kabin juga telah menerima vaksin.

Maskapai pun memiliki teknologi pengelolaan udara atau HEPA filter. HEPA berfungsi menyaring virus dan bakteri dengan penyaringan partikel yang kuat.

Alasan kedua, yaitu dari sisi waktu perjalanan angkutan udara memiliki risiko lebih singkat.

Selanjutnya alasan ketiga yaitu dari sisi kelengkapan fasilitas tes PCR, tidak semua laboratorium bisa mengeluarkan hasil dalam waktu yang cepat.

"Padahal, masa berlaku tes PCR bagi penumpang pesawat maksimal 2x24 jam. Di samping itu, harga tes PCR rata-rata masih di atas Rp 500 ribu," tulis surat terbuka tersebut. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews dengan judul https://www.tribunnews.com/bisnis/2021/10/24/keberatan-tes-pcr-wajib-untuk-penumpang-pesawat-serikat-karyawan-ap-ii-surati-presiden-jokowi

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved