Breaking News:

Vaksin COVID

Efikasi Vaksin Pfizer Diklaim 90% untuk Anak di Bawah Usia 12 Tahun, Kemenkes Diminta Segera Meriset

Tak hanya itu, para peneliti Indonesia pun perlu mengambil langkah cepat dalam membuktikan kebenaran efikasi dari jenis vaksin yang dimaks

Editor: Ilham Mulyawan
Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng
Pemerintah Provinsial Sulawesi Barat (Sulbar) bekerjasama Pemerintah Kabupaten Mamasa, gelar vaksinasi massal, Senin (4/10/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM - Ketua DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti mengaku tertarik dengan sebuah penelitian di Amerika Serikat, terkait vaksin virus Corona untuk anak-anak.

Dalam penelitian itu disebutkan bahwa vaksin Pfizer/BioNTech manjur hingga 90,7% untuk melawan virus corona pada anak-anak.

Baca juga: Update Capaian Vaksinasi Sulbar, Kadinkes: Lansia Masih Rendah

Hal ini berdasarkan uji klinis yang dilakukan  terhadap anak-anak berusia lima hingga 11 tahun. 

Sehingga jika penelitian itu benar, La Nyalla menilai sebagai sebuah kabar baik.

Sebab, anak-anak di bawah 12 tahun belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 yang tepat hingga kini. 

"Pemerintah perlu merespon dan perlu segera mengambil langkah konkret mengenai vaksin Covid-19 anak-anak agar kita menekan potensi lost generation," katanya, Minggu (24/10/2021) dikutip dari rilis yang diterima.

Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti
Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti (Handover)

Dalam hal ini, Kementerian Kesehatan dan otoritas terkait seyogyanya segera memperhatikan hasil riset tersebut.

Tak hanya itu, lanjut dia, para peneliti Indonesia pun perlu mengambil langkah cepat dalam membuktikan kebenaran efikasi dari jenis vaksin yang dimaksud.

"Sehingga kita berharap vaksin Pfizer/BioNTech itu segera mendapatkan lampu hijau dalam penggunaannya sehingga bisa segera dilakukan penyuntikan ke anak-anak," tambahnya.

kendati sejauh ini tingkat kematian Covid-19 pada anak-anak lebih rendah daripada orang dewasa, namun dia menganggap itu tidak boleh dikesampingkan.

Apalagi, saat ini pemerintah sudah memulai pembelajaran tatap muka.

Menurutnya, vaksinasi menjadi hal penting agar orangtua dan anak-anak merasa nyaman dan aman mengikuti PTM.

"Masih adanya kekhawatiran dari para orangtua, terutama usia SD dan TK yang mengikuti belajar tatap muka karena belum adanya vaksin bagi anak usia tersebut. Dengan adanya vaksin bagi anak pasti akan menambah kepercayaan diri para orangtua murid dalam melepas anaknya ke sekolah," tegasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved