Breaking News:

Dua Tahun Masa Kerja Jokowi-Ma’ruf, Komisi VII DPR RI Beri Rapor Merah untuk Sektor Ini

Komisi VII DPR RI memberikan rapor merah untuk kinerja pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Hasrul Rusdi
dpr.go.id
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto. 

TRIBUN-SULBAR.COM – Dua tahun masa kerja Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf masih belum bisa membangun bidang energi dengan baik.

Sampai dengan saat ini, bidang energi nasional masih terpuruk dan belum menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan.

Impor minyak dan gas nasional, khususnya Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji teru melonjak.

Sehingga berakibat pada defisit transaksi berjalan membengkak.

Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto menilai pemerintah seperti tidak memiliki strategi yang konsisiten untuk menurunkan impor minyak dan gas ini.

Sejumlah petugas dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan perawatan trafo di Jl Beruang, Makassar, Senin (26/2/2018). PT PLN persero Wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sulselrabar) akan memperluas jaringan listrik dipedesaaan. Bahkan pihak PLN Wilayah Sulselrabar berjanji, pada tahun 2019 mendatang seluruh desa di Sulsel sudah teraliri listrik sesuai permintaan presiden RI Joko widodo. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Sejumlah petugas dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan perawatan trafo di Jl Beruang, Makassar, Senin (26/2/2018). PT PLN persero Wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sulselrabar) akan memperluas jaringan listrik dipedesaaan. Bahkan pihak PLN Wilayah Sulselrabar berjanji, pada tahun 2019 mendatang seluruh desa di Sulsel sudah teraliri listrik sesuai permintaan presiden RI Joko widodo. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Baca juga: Hasil Liga 1 2021: Comeback Gemilang, Borneo FC Tumbangkan PSM Makassar 2-1

Baca juga: Naik Pesawat Kini Wajib Tes PCR! Simak Penejelasan Abdul Mu’ti Soal Kewajiban Itu

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Mei 2021, lonjakan minyak dan gas sebesar 2,06 miliar dollar AS.

Dan mengalami lonjakan sebesar 212 persen, sedangkan defisit transaksi berjalan untu sektor minyak dan gas sebesar 1,12 miliar dollar AS.

Meningkat sebesar 1020 persen dibandingkan tahun 2020, yang berarti terjadi pelonjakan sepuluh kali lipat.

Sementara itu, untuk tahun 2021 sektor ini juga meningkat menjadi 11 miliar dollar AS.

Kemampuan kilang untuk mengolah Bahan Bakar Minyak (BBM) secara domestik juga masih lemah.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved