Breaking News:

Muktamar NU

Ini Tantangan Ketua PBNU Mendatang Menurut Direktur Indonesia Political Opinion Dedi Kurnia Syah

Sehingga, lanjut dia, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, dia menyebut posisi ketua umum PBNU mendatang harus menjadi pemersatu

Editor: Ilham Mulyawan
Tribunjabar.id/Hilda Rubiah
Pengamat Politik, Dedi Kurnia Syah 

TRIBUN-SULBAR.COM - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan, Ketua Umum PBNU mendatang memiliki tanggung jawab dalam konteks keumatan.

Utamanya mampu meredam konflik umat beragama.

Baca juga: Muktamar ke-34, Satkorwil Banser Sulbar: NU Butuh Pemimpin Lebih Kuat Berkiprah di Kancah Dunia

"Tidak saja antar perbedaan agama, tetapi lebih pada sesama umat Islam. Di mana perbedaan itu kian menonjol sejak Pemilu 2014 hingga 2019," tutur Dedi kepada Tribunnews.com, Rabu (20/10/2021).

Sehingga, lanjut dia, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, dia menyebut posisi ketua umum PBNU mendatang harus mampu menjadi pemersatu umat.

Baca juga: Calon Ketua Umum PBNU Gus Yahya Berkunjung ke Lampung, Prof Mukri: Hanya Silaturahmi Biasa

"Mengingat NU sebagai ormas Islam yang sejauh ini paling dekat dengan politik dan kekuasaan, maka harus benar-benar sanggup menjadi pemersatu umat," tambahnya lagi.

Rencananya Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2021 di Lampung akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai 23-25 Desember 2021.

KH. Said Aqil Siradj siap sebagai inkumben di posisi Ketua PBNU.

Sementara itu nama lain yang muncul yakni KH. Yahya Cholil Staquf, tokoh senior di PBNU yang juga mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres).

Yahya juga diketahui kakak kandung Menteri Agama saat ini, Yaqut Cholil Qoumas. (*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved