Abdul Latif, Pelatih Sayyang Pattuqduq di Polman Dibayar Seikhlasnya Pernah Ditendang Kuda

Menurut Abdul Latief melatih kuda banyak tantangan, bahkan bisa mengancam nyawa bagi sang pelatih.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Hasan Basri
Abdul Latief pelatih kuda menari di Polman 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Namanya Abdul Latif.

Pelatih kuda menari (Sayyang Pattuqduq) warga Lingkungan Camba-camba, Kelurahan Limboro, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).

Pria delapan anak ini sudah menggeluti profesi sebagai pelatih kuda menari atau dikenal dengan bahasa Mandar, Sayyang Pattuqduq sejak tahun 1991 atau 30 tahun silam.

Kuda-kuda tersebut dilatih agar bisa atraksi, mengikuti ritme musik rebana hingga gerakan-gerakan lain bersama sang pelatih.

Dalam sebulan, ia biasa melatih kuda sampai dua ekor.

"Paling lama kuda sudah bisa menari satu minggu dan paling cepat dua hari, " ucapnya.

Setiap kuda dilatih memiliki teknis berbeda.

Jika kudanya agresif,  sang pelatih memberi perlakuan khusus bagi kuda tersebut.

Setiap kuda sudah dilatih tidak langsung diberikan kepada pemilik.

Pelatih menguji coba kuda ini dengan membawanya pada kegiatan atau acara sampai betul-betul mahir menarik.

Ketika sudah luwes menari, barulah, kuda itu diserahkan kepada sang pemilik kuda.

"Karena biasa kuda itu tidak mau bergerak, " tuturnya.

Menurut Abdul Latief melatih kuda banyak tantangan, bahkan bisa mengancam nyawa bagi sang pelatih.

Ia mengaku pernah ditendang hingga digigit kuda saat melatih.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved