Pantai Dato Majene
Tarif Wisata Pantai Dato Majene Naik Jadi Rp 5 Ribu
Petugas Piket Tahmi Tadjuddin (39) mengatakan, kenaikan tarif masuk di lokasi wisata Pantai Dato berlakukan sejak 1 September 2021.
Penulis: Nasiha | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Petugas-piket-di-Pantai-Wisata-Dato-Majene-saat-memberi-karcis-kepada-pengunjung.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Tarif masuk di lokasi Wisata Pantai Dato naik jadi Rp 5 ribu per orang.
Tarif sebelumnya Rp 3 ribu.
Sementara, tarif untuk anak-anak juga naik dari Rp 2 ribu jadi Rp 3 ribu.
Pantai Dato ini berada di Lingkungan Pangale, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene.
Salah satu wisata favorit di Bumi Assamalewuang julukan Kabupaten Majene.
Jaraknya sekitar 2 kilometer dari pusat Kota Majene.
Petugas Piket Tahmi Tadjuddin (39) mengatakan, kenaikan tarif masuk di lokasi wisata Pantai Dato berlakukan sejak 1 September 2021.
"Sudah naik selama 1 bulan lebih," ujar Tahmi kepada Tribun-Sulbar.com, Sabtu (16/10/2021).
Kenaikan tarif ini berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2014 tentang perubahan pertama atas Perda nomor 12 tahun 2010 tentang retribusi tempat dan rekreasi dan olahraga.
Selain di Pantai Dato, kenaikan tarif juga diberlakukan di Pantai Barane.
"Tarif di Pantai Barane sama ji tarif di sini (Pantai Dato)," lanjutnya.
Tahmi mengatakan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Majene telah melakukan sosialisasi dua bulan sebelum tarif baru ini diberlakukan.
Disbudpar Majene melakukan sosialisasi kepada pengunjung.
Petugas di Pantai Dato juga memasang spanduk informasi kenaikan tarif.
"Kemarin kita sosialisasikan memang sebelum naik supaya tidak kaget orang," ucapnya.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, baliho himbauan penerapan protokol kesehatan dipasang di pintu masuk Pantai Dato.
Petugas juga menyediakan kran cuci tangan.
Pengunjung diarahkan mencuci tangan sebelum memasuki area Wisata Pantai Dato.
Pintu masuk dan pintu keluar juga dipisahkan agar pengunjung tidak berdesak-desakan.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Misbah Sabaruddin