Breaking News:

Tribun Travel

Pesona Wisata Mangrove dan Cerita Mistis Wai Tumbor di Salubiro Mamuju Tengah

"Jika niat tulus, maka bisa terkabul. Misalnya orang yang susah dapat jodoh. Jika mandi di air tumbor, jodohnya bisa dikabulkan," ungkap Maljum AR.

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng
Wisata Mangrove di Desa Salubiro, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Ada begitu banyak wisata pantai di Sulawesi Barat (Sulbar) yang cukup memanjakan mata para pengunjungnya.

Satu diantaranya adalah wisata Mangrove di Desa Salubiro, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah.

Objek wisata Mangrove Salubiro yang baru dibuka pada tahun 2018 lalu, memang memiliki daya tarik tersendiri.

Fasilitas berupa gazebo dan jembatan kayu dengan warna pelangi memutari bibir pantai, menjadi pesona indah pantai Salubiro.

Baca juga: Kebun Raya Bulo Polman Tawarkan Durian Montong Thailand hingga Cabe Terpedis di Dunia

Baca juga: Pesona Air Terjun Sondoang Kalukku, Rasakan Sejuknya Air Pegunungan Mamuju

Pohon Mangrove yang rimbun menjadi pemandangan khas, kala berada di atas jembatan kayu warna pelangi itu.

Bukan hanya itu, di tempat itu juga pengunjung bisa menikmati kuliner olahan berbagai jenis ikan laut setiap hari minggu.

Tarif masuk, Bumdes sebagai pengelola mematok harga Rp 5.000 termasuk biaya parkir.

Tepat di bibir pantai objek wisata itu, terdapat mata air tawar muncul dari dalam pasir.

Mata air tawar muncul dari dalam pasir di wisata mangrove di Desa Salubiro, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah.
Mata air tawar muncul dari dalam pasir di wisata mangrove di Desa Salubiro, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah. (Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng)

Warga setempat menyebutnya wai tumbor atau air muncul.

Tepat di belakang mata air itu terdapat sebuah kuburan tua.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved