Breaking News:

Muktamar NU

Tolak Metode Voting di Muktamar ke-34, Adnan Nota: Kiyai Said Saatnya Istirahat, NU Butuh Regenerasi

"Beliau luas biasa membawa NU sampai hari ini, tapi bukan berarti harus didukung. Insyaallah dia akan menjadi bagian sejarah di NU," tandasnya.(*)

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Nurhadi Hasbi
Ist/TribunSulbar.com
Kepala Kantor Kemenag Majene, Adnan Nota 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Nahdatul Ulama (NU) akan melaksanakan Muktamar ke-34 di Lampung pada tanggal 23-26 Desember 2021 mendatang.

Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2021 tidak menyetujui pemilihan Ketua Tanfidziyah atau Ketua Umum PBNU, dengan motode ahlul halli wal aqdi (AHWA).

Sebagaimana metode pada Muktamar NU Ke-33 Tahun 2015 di Jombang, Jawa Timur.

Muktamar ke-34 mendatang, pemilihan Ketua Umum PBNU akan menggunakan metode voting.

Suara dari semua perwakilan PWNU dan PCNU.

Menanggapi hal itu, Ketua Tandfiziyah Pengurus Wilayah (PW) NU Sulbar, KH Adnan Nota mengaku akan ikut metode pemilihan sesuai kesepakatan bersama pada Muktamar.

"Untuk penjaringan Rais Aam akan dilakukan seperti Muktamar sebelumnya," kata Adnan Nota kepada Tribun-Sulbar.com, Kamis (14/10/2021).

"Jadi pada saat sudah terjaring calon yang akan diajukan dalam pemilihan secara langsung tetap akan meminta persutujuan syuriah terpilih," sambung Adnan.

Ia menjelaskan, setelah mendapat persutujuan syuriah terpilih maka akan dibawa ke pemilihan langsung oleh muktamirin.

"Jadi pemilihan akan kita ikuti sesuai kesepakatan bersama," tuturnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved