Breaking News:

INSPIRATIF, Kisah Naomi Sampeangin, Wanita Asal Mamasa Sulbar yang Sudah 40 Tahun Merawat ODGJ

Selama menjadi kader disana, dia sudah terbiasa melayani warga yang memerlukan pertolongan bahkan hingga malam hari.

Editor: Ilham Mulyawan
Dokumentasi Pertamina
Naomi (Kanan) bersama pasien ODGJ dan dokter di Yayasan Cahaya Pelita Sehati 

TRIBUN-SULBAR.COM - Naomi Sampeangin (70), adalah seorang perawat kelahiran Mamasa, Sulawesi Barat.

Sudah 40 Tahun lamanya dia mengabdikan dirinya kepada masyarakat, melayani warga termarjinalkan dan dihindari, yakni Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Sebelum merawat para ODGJ, Naomi sebelumnya mengawali kiprah sebagai kader posyandu di Kelurahan Ujunglare, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Selama menjadi kader disana, dia sudah terbiasa melayani warga yang memerlukan pertolongan bahkan hingga malam hari.

Hingga suatu hari, dia menemukan fakta bahwa di sekitar tempatnya tinggal banyak orang terkena gangguan kejiwaan.

Menurut Naomi, ODGJ disana merupakan orang yang mempunyai prermasalahan sosial hingga kena gangguan kejiwaan.

kegiatan edukasi untuk pasien ODGJ di rumah singgah
kegiatan edukasi untuk pasien ODGJ di rumah singgah

Ditambah lagi, di Sulawesi Selatan hanya terdapat satu Rumah Sakit Jiwa yang daya tampungnya pun sangat terbatas.

Tak ayal banyak calon pasien yang mengurungkan niat untuk berobat ke rumah sakit tersebut.

Mereka berakhir dengan berkeliaran di jalan dan tempat umum lainnya, dipasung di rumah agar tidak membahayakan diri maupun masyarakat, dan mendapatkan perlakuan yang kurang baik oleh masyarakat seperti rudapaksa dan kekerasan lainnya.

Ia pun tergerak untuk merawat para ODGJ tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved