Breaking News:

BPOM Sulbar

Selain Komix, Berikut Daftar Obat Dirilis BPOM Sulbar Sering Disalahgunakan

"Jadi kita akan bekerjasama dengan organisasi profesi seperti Apoteker, untuk melakukan penecegahan penyalagunaan obat-obat jenis komix ini," ujarnya.

Penulis: Abd Rahman | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman
Kantor BPOM Sulawes Barat (Sulbar). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) akan melakukan advokasi kepada penjual obat batuk jenis Komix.

Diketahui, Komix merupakan obat yang bebas dijual di toko dan apotek.

Namun, banyak orang yang menyalagunakan obat tersebut dengan cara berlebihan.

Sehingga, BPOM Sulbar akan melakukan langkah untuk mengawasi para toko atau apotek yang tidak membatasi penjualan obat tersebut.

Baca juga: Dinas PUPR Majene Taksir Rp 200 Juta Biaya Perbaikan Jalan Amblas di Desa Simbang

Baca juga: Sudah Tiga Hari Harga Cabai di Pasar Sentral Majene Tembus Rp 20 Ribu per Kilogram

"Obat batuk komix ini golongan obat bebas terbatas dijual, boleh dibeli tanpa menggunakan resep dokter, karena obat ini bebas dijual dan sering disalagunkan maka kita akan lakukan advokasi ke lapangan," sebut Kepala BPOM Sulbar Lintang Purba Jaya kepada Tribun-Sulbar.com, Rabu (13/10/2021).

Menurutnya, penyelagunaan obat komix ini memang marak disalahgunakan orang dan dikonsumsi dengan cara berlibahan.

"Jadi kita akan bekerjasama dengan organisasi profesi seperti Apoteker, untuk melakukan penecegahan penyalagunaan obat-obat jenis komix ini," ujarnya.

Kantor BPOM Sulawes Barat (Sulbar).
Kantor BPOM Sulawes Barat (Sulbar). (Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman)

Selain dari penyalagunaan Komix obat-obatan terlarang jenis boje, tramadol dan jenis lainnya juga lebih ketat diawasi.

Karena penyaluran obat keras jenis boje dan lainnya itu masuk di Sulbar dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

Ia menambahkan, pihak BPOM akan terus mengawasi dan memantau toko-toko yang ada di Mamuju.

"Jika ada didapatkan maka kita akan tindak, karena obat tersebut adalah obat palsu dan ilegal," tambahnya.(*)


Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved