PON XX Papua

Jelang Penutupan PON Papua, Kemenhub Siagakan 2 Kapal Isoter & 4 Bandara Hingga H+5

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) siagakan dua kapal isoter dan 4 bandara hingga H+5 Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Hasrul Rusdi
Covid19.go.id
KM Tidar yang dimanfaatkan sebagai tempat isolasi terapung (isoter) 

TRIBUN-SULBAR.COM – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pastikan dua kapal isolasi terpusat (isoter) dan empat bandara tetap bersiaga hingga H+5 penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi pelaksanaan PON Papua 2021 yang mana Airlangga Hartarto selaku Menteri Perekonomian dan sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid 19 meminta para menteri, termasuk Kemenhub, untuk tetap melakukan pengawasan terhadap para peserta yang masih ada di Papua hingga H+5 setelah penutupan pada tanggal 15 Oktober 2021.

“Saya telah instruksikan kepada Dirjen Perhubungan Laut agar kapal isoter tersebut tetap berada di Papua hingga H+5 penutupan PON.”

“Dan memastikan seluruh pasien yang dirawat di isoter ditangani dengan baik,” ucap Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan.

Penggunaan KM Tidar sebagai isoter sepenuhnya dibiayai oleh Kementerian Perhubungan
Penggunaan KM Tidar sebagai isoter sepenuhnya dibiayai oleh Kementerian Perhubungan (Kompas)

Baca juga: Pemerintah Siapkan Fasilitas Kesehatan Terapung Papua dengan Memanfaatkan KM Tidar

Baca juga: KM Tidar Akan Dijadikan Tempat Isolasi Terapung di Perhelatan PON Papua

Kapal dan bandara yang disiagakan

Kapal

Adapun kapal yang disiagakan dalam rangka mendukung kegiatan PON Papua 2021 adalah Kapal KM Tidar di Jayapura, dan KM Sirimau di Merauke.

Untuk KM Tidar sebenarnya telah berada di Jayapura sejak tanggal 12 Agustus 2021 dan merupakan tempat isoter dalam rangka mengendalikan pandemi Covid 19 di Jayapura.

KM Tidar  sendiri memiliki kapasitas 929 bed yang terdiri dari 873 bed untuk pasien dan 56 bed untuk tenaga kesehatan (nakes).

Sedangkan KM Sirimau  telah berada di Merauke sejak 27 September 2021 setelah mengakhiri tugas sebagai kapal isoter di Sorong.

Kapasitas KM Sirimau sendiri yaitu bisa memuat 460 bed yang terdiri dari 449 bed untuk pasien dan 11 bed untuk nakes.

Kapal isoter menjadi alternatif ruang isolasi para pasien Covid 19 tanpa gejala.

Sehingga bisa mempercepat kesembuhan dibandingkan dengan melakukan isolasi mandiri di rumah.

Dengan adanya isolasi kapal diharapkan dapat membatasi ruang gerak penyebaran virus Covid 19 karena mobilitas pasien hanya dilakukan di atas kapal.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved