Breaking News:

Ilmu Titen Tak Lagi Ampuh, BMKG Akan Bekali Nelayan Edukasi Wawasan Cuaca dan Iklim

Ilmu titen yang kerap dijadikan sebagai pegangan oleh nelayan dalam melaut ambyar akibat perubahan iklim.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Ilham Mulyawan
bmkg.go.id
Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG 

TRIBUN-SULBAR.COM – Ilmu titen kerap dijadikan sebagai pegangan bagi nelayan untuk melaut.

Akan tetapi, ilmu titen tersebut kini telah ambyar akibat dari perubahan iklim.

Tak jarang para nelayan harus pulang dengan tangan kosong karena hasil melaut tidak maksimasil.

Tak hanya itu, para nelayan juga kerap kali menjadi korban akibat badai dan gelombang tinggi yang mengakibatkan nelayan sering mengalami kecelakaan saat sedang melaut.

“Ilmu titen sudah sangat sulit dijadikan sebagai acuan. Cuaca dan iklim saat ini begitu sangat dinamis dan sukar untuk ditebak,” kata Dwikorita Karnawati, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Warga Dusun Bajoe, Desa Rea, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar lomba perahu nelayan.
Warga Dusun Bajoe, Desa Rea, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar lomba perahu nelayan. (Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri)

Baca juga: Pemkab Majene Serahkan 50 Unit Mesin Ketinting untuk Kelompok Nelayan di 4 Kecamatan

Baca juga: TERNYATA Sudah Setahun Nelayan Mamuju Tidak Dibolehkan Beli BBM di SPBU Pakai Jeriken

Perubahan iklim yang terjadi akhir-akhir ini berdampak sangat luas pada kehidupan masyarakat.

Kenaikan suhu bumi tidak hanya berdampak pada naiknya temperature bumi, tapi juga mengubah sistem iklim yang mempengaruhi berbagai aspek pada perubahan alam dan kehidupan manusia, seperti berikut ini:

- Kualitas dan kuantitas air

- Habitat

- Hutan

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved