Jalan Amblas

Dinas PUPR Majene Taksir Rp 200 Juta Biaya Perbaikan Jalan Amblas di Desa Simbang

Jalur alternatifnya dialihkan lewat jalur lingkar ke arah Dusun Kaida Desa Tinambung, Kecamatan Pamboang.

Penulis: Misbah Sabaruddin | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun-Sulbar.com/Misbah Sabaruddin
Kepala Dinas PUPR Majene, Inindria saat meninjau jalan amblas di Dusun Lamaru, Desa Simbang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulbar. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Majene menarget anggaran perbaikan jalan amblas di Desa Simbang, Kecamatan Pamboang, Majene sebesar Rp 200 juta.

Kepala Dinas PU PR Kabupaten Majene, Inindria mengatakan, pihaknya sudah meninjau kembali jalan amblas itu pada Selasa (12/10/2021).

"Kemarin Selasa sore kami tinjau kembali jalan amblas itu. Rincian Anggaran Biaya (RAB) juga sudah dihitung. Sekitar Rp 200 juta," ujar Inindria kepada Tribun-Sulbar.com, Rabu (13/10/2021).

Baca juga: Sudah Tiga Hari Harga Cabai di Pasar Sentral Majene Tembus Rp 20 Ribu per Kilogram

Baca juga: Umrah Dibuka, Kemenag Gandeng Kemenkes Matangkan Skema Akses Data Jamaah Umrah

Ia berharap, usulan anggaran perbaikan ini segera ada.

Mengingat kondisi jalan itu bisa semakin rusak jika tidak segera ditangani.

"Semoga cepat ada dananya supaya bisa dikerjakan tahun ini," terangnya.

Sebelumnya, jalan di Dusun Lamaru, Desa Simbang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulbar terputus total.

Akibatnya akses warga setempat tertutup total.

Kepala Dinas PUPR Majene, Inindria saat meninjau jalan amblas di Dusun Lamaru, Desa Simbang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulbar.
Kepala Dinas PUPR Majene, Inindria saat meninjau jalan amblas di Dusun Lamaru, Desa Simbang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulbar. (Tribun-Sulbar.com/Misbah Sabaruddin)

Jalan beton tersebut menghubungkan empat desa di Kecamatan Pamboang, yakni Desa Tinambung, Desa Simbang, Desa Betteng dan Desa Buttu Pamboang.

Jalur alternatifnya dialihkan lewat jalur lingkar ke arah Dusun Kaida Desa Tinambung, Kecamatan Pamboang.

Peningkatan jalan ini dikerjakan pada tahun 2018.

Sebagian jalan beton itu sudah amblas pada September 2020.

Namun masih bisa dilalui kendaraan roda dua.

Kondisi jalan itu semakin diperparah akibat curah hujan yang tinggi.

Tanah disekitar jalan itu menyusut hingga beberapa meter akibat terus tergerus air hujan.

Sehingga, saat ini jalan itu terputus total.

Polsek Pamboang juga sudah memasang garis polisi.

Supaya warga tak ada yang melintas.

Termasuk kendaraan roda dua dan empat. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Misbah Sabaruddin

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved