Breaking News:

TKW Polman

TKW Polman Terancam Dieksekusi Mati di Malaysia, BP2MI Tunggu Pengaduan Keluarga

Sappeami dititipi narkoba untuk diselundupkan ke Indonesia dengan iming-iming akan mendapatkan uang ratusan juta.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Hasrul Rusdi
Hasan Basri
Anak TKW memperlihatkan foto ibunya 

TRIBUN.SULBAR.COM, POLMAN - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) perwakilan Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) belum menerima informasi terkait kasus Sappeami.

Sappeami (35) warga Desa Landi Kanusuan, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polman merupakan tenaga kerja wanita yang terancam dieksekusi mati di Malaysia.

"Kami belum terima laporan, informasi ini baru kami dapat dari rekan media, " kata Koordinator BP2MI wilayah Polman, Sudirman, Selasa (12/10/2021).

Sudirman berharap pihak keluarga TKW yang tengah menghadapi masalah di Malaysia segera mengadukan ke BP2MI.

Baca juga: Anak Sappeami TKW Polman Harap Pemerintah Bantu Ibunya Bebas Ancaman Hukum Mati di Malaysia

Baca juga: Airlangga Hartarto Dampingi Presiden Jokowi Groundbreaking Smelter Freeport Indonesia di Gresik

Selanjutnya BP2MI akan menindaklanjuti ke Jakarta, lalu kemudian diteruskan ke perwakilan Indonesia di Malaysia.

Sebelumnya, keluarga Sappeami, Bicci (60) mengaku tengah mendapatkan laporan putrinya terancam dieksekusi mati karena membawa narkoba sebanyak satu kilogram sabu.

Saat ini putrinya tengah ditahan di Malaysia dan mulai menghadapi proses persidangan.

Bicci berharap putrinya bisa mendapatkan keringanan hukuman.

Karena putrinya hanyalah seorang korban dari sindikat narkoba.

Sebab, barang itu adalah titipan seseorang.

Sappeami dititipi narkoba untuk diselundupkan ke Indonesia dengan iming-iming akan mendapatkan uang ratusan juta.

Baca juga: Penting! Berikut Syarat Terbaru Keberangkatan dan Kedatangan Turis Asing di Indonesia

Baca juga: Jalan di Desa Simbang Majene Putus, Camat: Saya Sudah Laporkan Sejak Tahun 2020

Anak TKW memperlihatkan foto ibunya
Anak TKW memperlihatkan foto ibunya (Hasan Basri)

Ibu enam anak itu juga dibelikan tiket pulang ke Indonesia karena pada saat itu memang lagi butuh uang untuk pulang kampung.

"Ada orang yang titip, janjinya kalau lolos akan dikasih uang ratusan juta," ujar Bicci sambil mengusap air matanya saat ditemui wartawan, Senin (11/10/2021).

Ia berharap pihak pemerintah Indonesia memberikan bantuan hukum kepada anaknya yang sementara menjalani proses hukum di Malaysia.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved