Breaking News:

sekolah rakyat

Selamatkan Pendidikan Anak Pinggiran Kota, Pemuda Kurungan Bassi Mamuju Bangun Sekolah Rakyat

Sekolah rakyat ini untuk menyelamatkan pendidikan anak-anak yang berada di pinggiran kota.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribune-Sulbar.com/Nurhadi
Aktivitas belajar para siswa di sekolah rakyat Kurungan Bassi, Mamuju, Sulbar. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Komunitas Pemuda Kurungan Bassi (Kompak) Kelurahan Karema, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), dirikan sekolah rakyat.

Sekolah rakyat tersebut untuk anak-anak yang duduk dibagku sekolah dasar.

Sekolah rakyat ini untuk menyelamatkan pendidikan anak-anak yang berada di pinggiran kota.

Apalagi, SDN Padang Baka, Kelurahan Rimuku, yang paling dekat dari kampung tersebut masih dalam tahap renovasi karena alami kerusakan saat gempa 15 Januari lalu.

Akibatnya, para siswa belum melakukan sekolah tatap muka hingga saat ini.

Menurut salah satu Pemuda Lingkungan Kurungan Bassi, Awal, mengatakan mereka prihatin dengan keadaan tersebut.

Banyak anak-anak yang terlalu lama tidak mengenyam pendidikan sehingga ada diantaranya belum mengenal huruf.

"Inisiatif para pemuda melihat kondisi tersebut sehingga dirikan sekolah rakyat," kata Awal kepada Tribun-Sulbar.com, Minggu (10/10/2021).

"Apalagi di masa pandemi Covid-19 anak-anak tersebut lama tidak belajar tatap muka normal," lanjutnya.

Dia mengatakan, di sekolah rakyat tersebut anak-anak belajar mengenal huruf, membaca dan mengaji.

Tenaga pendidiknya dari kalangan mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Pemuda Kurungan Bassi.

"Sudah hampir satu bulan ini berjalan," kata Awal.

Mereka mengumpulkan buku-buku bekas seadanya, dan papan tulis serta poster alfabet.

Dikatakan minat belajar anak-anak juga sangat antusias selama sekolah rakyat itu didirikan.

Ada sekitar 15 anak yang datang belajar di sekolah rakyat tersebut.

Senin sampai sabtu mereka belajar di sekolah rakyat yang terbuat dari kayu dan anyaman bambu dengan atap rumbia.

"Kadang pagi kadang juga sore, tergantung waktu luang, para mahasiswa untuk mengajarinya," terangnya.

Dia pun berharap ada bantuan dari pemerintah setempat.

Karena mereka kekurangan buku-buku pelajaran tingkat sekolah dasar.

Babinkabtibmas Kelurahan Karema, Bripka Lexy M, turut membantu dalam pendirian sekolah rakyat tersebut.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved