Breaking News:

Kisah Inspiratif

KISAH Martinus, Penyandang Disabilitas Asal Mamasa, Bertahan Hidup dari Hasil Menjadi Pandai Besi

Setiap hari dia harus bisa merangkak dengan bantuan kedua tangannya agar dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain, lantaran kakinya lumpuh

Editor: Ilham Mulyawan
(Sumber: KOMPAS.COM/JUNAEDI)
Martinus (57) penyandang disabilitas yang berprofesi sebagai pandai besi di Mamasa sedang menempa besi yang akan dibentuk menjadi pisau atau parang. (Sumber: KOMPAS.COM/JUNAEDI) 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkarya maupun mencari rezeki.

Bahkan penyandang disabilitas juga dapat hidup dengan mandiri dan memiliki hak serta kesempatan yang sama dengan masyarakat pada umumnya.

Seperti yang ditunjukkan Martinus (57), seorang pria difabel asal Desa Salumokanan, Kecamatan Rantebulahan Timur, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

Setiap hari dia harus bisa merangkak dengan bantuan kedua tangannya agar dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain, lantaran kakinya lumpuh sejak kecil.

Kaki Martinus lumpuh lantaran terjadi benturan saat bermain sepak bola bersama teman-teman sekolahnya.

Karena keterbatasan biaya dan jarak, Martinus saat itu tidak memeriksakan kondisi kakinya ke rumah sakit.

Meski begitu, pria paruh baya tetap aktif berprofesi sebagai pandai besi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Profesi yang telah dijalaninya selama 30 tahun lebih.

Di tengah keterbatasan fisik, ditambah usianya yang memang terbilang tidak lagi muda lagi, Martinus tetap semangat bekerja memenuhi kebutuhan istri dan delapan anaknya.

Membentuk lempengan besi tua menjadi parang agar menjadi produk bernilai jual tinggi, kendati penghasilan yang diperoleh dari hasil membuat parang tidak seberapa.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved