Breaking News:

Vaksinasi Mamuju

Berita Hoax Jadi Penyebab Utama Pencapaian Vaksinasi di Mamuju Rendah

Salah satunya mindset, atau pola pikir masyarakat yang sangat terpengaruh berita bohong (Hoax) atas Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

Editor: Ilham Mulyawan
Tribun-Sulbar.com/Misbah Sabaruddin
Siswi SMAN 2 Majene saat mengikuti vaksinasi massal, Sabtu (18/9/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pencapaian vaksinasi Covid-19 di kabupaten Mamuju hanya mencapai 27,53 Persen hingga pekan kedua Oktober 2021.

Terbilang masih jauh dari target yang ditetapkan, yakni 80 persen.

Kepala bidang pengendalian penyakit menular, Dinas kesehatan Kabupaten mamuju, Alamsyah Thamrin mengatakan, banyak tajntangan dihadapi pihaknya untuk mrnjalankan program vaksinasi tersebut.

Salah satunya mindset, atau pola pikir masyarakat yang sangat terpengaruh berita bohong (Hoax) atas Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

Dia menyebutkan, tak sedikit yang percaya bahwa setelah vaksin kita bisa lumpuh atau meninggal.

"Padahal itu semua tidak benar, " ujar Alamsyah seperti dikutip dari laman resmi Pemkab Mamuju.

Sembari menambahkan, hingga kini tidak ada KIPI yang menimbulkan kelumpuhan, apalagi kematian setelah divaksinasi.

"Jika satu atau dua kasus yang demikian, saya pastikan itu bukan karena vaksin, tapi lebih karena ada penyakit bawaan yang disembunyikan oleh masyarakat sendiri saat akan melakukan vaksinasi." tambahnya.

Pemerintah Provinsial Sulawesi Barat (Sulbar) bekerjasama Pemerintah Kabupaten Mamasa, gelar vaksinasi massal, Senin (4/10/2021).
Pemerintah Provinsial Sulawesi Barat (Sulbar) bekerjasama Pemerintah Kabupaten Mamasa, gelar vaksinasi massal, Senin (4/10/2021). (Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng)

Sehingga dia menyarankan masyarakat segera menjalani vaksinasi, dan aktif berkonsultasi dengan tim medis sebelum divaksin.

Kondisi kesehatan, lanjut dia, harus dijelaskan sebaik-baiknya kepada petugas vaksinator, agar diperoleh informasi kelayakan seseorang menerima vaksin.

Vaksinasi, lanjut dia, sangat penting untuk menghindari risiko penularan yang dapat saja terjadi.

Jangan khawatir, kata Alamsyah, karena vaksin itu halal, tidak berbahaya.

"Dan yang paling penting sangat baik untuk perlindungan diri kita secara pribadi maupun orang lain disekitar kita, " pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved