Breaking News:

Polres Mamasa

Polres Mamasa Tunggu Hasil Visum Korban Pembacokan Adik Kandung di Tabang

"Korban masih menjalani perawatan. Korban mengalami luka bacot kurang lebih 10 sabetan parang," ungkap KBO Reskrim Polres Mamasa, Ipda Yunus.

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Samuel Mesakaraeng
Korban pembacokan kakak kandung di tabang dirawat di puskesmas 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Satuan Reserse Kriminal Polres Mamasa, Sulawesi Barat, masih selidiki kasus kriminal yang libatkan saudara kandung di Kecamatan Tabang.

Diberitakan sebelumnya, seorang warga berinisial JP (45), warga Desa Masuppu, Kecamatan Tabang, ditangkap Satreskrim Polres Mamasa.

Ia diamankan setelah dilaporkan telah menganiaya adik kandungnya, YB (34) menggunakan sebilah parang pada 6 Oktober 2021 lalu.

Pembacokan itu dilakukan JP, diduga gara-gara batas tanah.

Kejadian bermula saat pelaku baru saja pulang melihat kebunnya.

Sepulang dari kebun, ia mendatangi rumah adik kandungnya membawa sejerigen tuak.

Saat sedang minum, ia membahas masalah batas tanah.

Di tengah pembahasan itu terjadi percekcokan.

Pelaku lalu mengambil parang dan menebas adiknya.

Akibatnya, korban mengalami sejumlah luka di bagaian tubuh.

Saat ini korban masih menjalani perawatan di Puskesmas Tabang.

"Korban masih menjalani perawatan. Korban mengalami luka bacot kurang lebih 10 sabetan parang," ungkap KBO Reskrim Polres Mamasa, Ipda Yunus, Sabtu (9/10/2021).

Kata Yunus, penyidik masih menunggu hasil visum korban dari Puskesmas.

"Kita masih memeriksa saksi dan bukti-bukti. Tetapi pelaku sudah diamankan," pungkasnya. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng
 
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved