Breaking News:

Pengumuman PPPK

Kisah Andy Shainul 17 Tahun Mengabdi Jadi Honorer, Akhirnya Lulus PPPK Tahap Pertama

Shainul merupakan alumni S1 di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Cokroaminoto Pinrang, Jurusan Bahasa.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Nurhadi Hasbi
ist tribune-sulbar.com
Shainul saat menjadi instruktur wakili Mamuju diajang nasional. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Salah satu guru honorer SD Rante Mario, Kecamatan Tommo, Mamuju Sulbar, Andhi Shainul dinyatakan lulus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap pertama.

Shainul mengabdi sebagai honorer selama 17 tahun.

Ia ulus PPPK dengan formasi Ahli Pertama- Guru Kelas.

"Awalnya saya mengajar dulu di Sekolah Menengah Pertama (SMP), karena jauh dari rumah makanya saya pindah ke SD," kata Shainul, saat dihubungi, Sabtu (9/10/2021).

Shainul merupakan alumni S1 di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Cokroaminoto Pinrang, Jurusan Bahasa.

Saat ini, Shainul sudah berumur 40 tahun.

Ia menceritakan suka dukanya saat mengajar sebagai honorer selama 17 tahun.

"Beberapa kali saya pindah-pindah mengajar dan akhirnya mengabdi di SD Rante Mario Tommo 6. Jadi awalnya tahun 2005 saya mengajar," bebernya.

Dia sempat menjadi instruktur nasional mewakili Mamuju pada tahun 2017.

Bahkan, masuk sepuluh besar dari perwakilan seluruh Indonesia.

"Dari situ juga saya kenna stroke ringan. Tapi awalnya saya periksa tidak ada apa-apa, pas periksa lagi di Polman baru dikasih tahu kalau kenna stroke," tuturnya.

Dirinya sempat putus asa dan berniat berhenti mengajar lagi.

Namun, kecintaannya kepada siswa-siswa yang diajarkan sehingga menurunkan niatnya berhenti mengajar.

"Sempat mau ke Kalimantan merantau bekerja di perusahaan dengan gaji tinggi. Tapi tidak jadi karena hati saya sudah di guru untuk mengajar," ungkapnya.

Kelulusannya PPPK tahap pertama dipersembahkan kepada almarhum orangtuanya.

Dia mengaku sempat putus asa saat melihat pengumuman karena namanya sulit ditemukan.

"Pas saya cari lagi dan lihat ada namaku langsung saya menangis pak dan bersyukur bisa lulus," ujarnya.

Ia berharap honorer lainnya yang belum lulus agar tetap semangat.

Apalagi, masih ada perekrutan di tahap kedua hingga tahap ketiga.

"Teman-teman tetap optimis dan masih banyak kesempatan. Sebab rejeki sudah ada yang atur," tandasnya.(*)

Laporan Wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved