Breaking News:

Dinkes Mamuju

MENGAPA? Dinkes Mamuju Tolak 54.000 Vial Vaksin Astrazeneca

Alamsyah menjelaskan, jenis vaksin Astrazeneca yang ditolak memasuki masa kadaluarsa bulan Oktober 2021.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli
Kepala Bidang pencegahan dan pengendalian penyakit menular, Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju, Alamsyah 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju tolak vaksin jenis Astrazeneca.

Hal itu disampaikan Kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit menular, Alamsyah kepada Tribun-Sulbar.com, Jumat (8/10/2021).

Alamsyah menjelaskan, jenis vaksin Astrazeneca yang ditolak memasuki masa kadaluarsa bulan Oktober 2021.

"Untuk menghindari Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Covid-19," kata Alamsyh kepada Tribun-Sulbar.com, Jumat (8/10/2021).

"Lebih baik mencegah, jangan sampai ada kejadian yang tidak diinginkan,"sambungnya.

Dia mengatakan, ada 54.000 vial, jenis vaksin Astrazeneca di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat.

Namun Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju tidak berani terima karena expayer bulan Oktober 2021.

Sehingga ketersediaan jenis vaksin Astrazeneca di Kabupaten Mamuju, sudah mulai menipis.

Vaksin jenis Moderna di Mamuju masih aman dan tersedia sekira 8.000 dosis.

Sementara vaksin jenis Sinovac juga tersedia sekira 8.000 dosis.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved