Breaking News:

Janji Polda Sulbar Selesaikan Kasus 3 Kader HMI yang Ditahan Polres Majene

"Keluarga yang menjadi tersangka harus mengajukan surat penangguhan penahanan," kata Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Syamsu Ridwan.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Hasrul Rusdi
Fahrun Ramli/Tribun-Sulbar.com
Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Syamsu Ridwan 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Sulbar) akan ambil langkah konkret mengenai kasus kader HMI Majene, Jumat (8/10/2021).

Polda Sulbar akan mediasi antara Polres Majene dengan keluarga HMI Mejene yang menjadi tersangka.

Langka yang diambil mengenai penyelesaian kasus tersebut, mempertemukan kedua belah pihak.

"Keluarga yang menjadi tersangka harus mengajukan surat penangguhan penahanan," kata Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Syamsu Ridwan, kepada Tribun-Sulbar.com.

Baca juga: VIDEO: HMI Cabang Manakarra Bakar Ban di Jl Ahmad Kirang Mamuju

Baca juga: Minta 3 Kader HMI Majene Dibebaskan, HMI Mamuju Datangi Polda Sulbar

Dikatakan terkait penangguhan penahanan, diatur dalam pasal 31 ayat (1) UU No 8 Tahun 1981 tentang hukum acara pidana.

Syarat seseorang mendapat penangguhan penahanan, yakni harus ada permintaan dari tersangka.

Permintaan penangguhan penahanan tersebut harus disetujui oleh pihak yang menahan.

Serta pihak yang ditahan harus mematuhi syarat dan jaminan yang ditetapkan.

"Kapolda Sulbar, sudah mengintruksikan untuk mediasi ke Kapolres Majene," kata Kombes Pol Syamsu Ridwan.

Ada tiga syarat penangguhan penahanan yakni, wajib lapor, tidak keluar rumah dan tidak keluar kota.

Humas Polda Sulbar mengungkapkan hal itu setelah puluhan kader HMI Manakarra unjuk rasa.

Mereka menuntut agar Kapolda Sulbar mendesak Kapolres Majene membebaskan tiga kader HMI Majene.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved