Breaking News:

Lima Desa Terisolir

Sudah 4 Hari Terisolir, Warga 5 Desa di Ulumanda Majene Terancam Kelaparan, Belum Ada Bantuan

Kelima desa tersebut yakni Desa Kabiraan, Desa Tandeallo, Desa Ulumanda, Desa Panggallo, Desa Popenga.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Nurhadi Hasbi
Dok Camat Ulumanda Majene
Longsor tutup akses jalan ke Ulumanda Majene, lima desa terisolir 

TRIBUN - SULBAR. COM, MAJENE - Bencana longsor di Kabupaten Majene mengakibatkan lima desa di Kecamatan Ulumanda, terisolir.

Ribuan warga yang berada di daerah terpencil itu terancam kelaparan.

Stok kebutuhan pokok mereka mulai menipis.

Jembatan putusan, timbunan material tanah dan bebatuan memutus akses jalan membuat kendaraan sulit melintas.

Bantuan sembako dari pemerintah Kabupaten Majene untuk kebutuhan sehari hari warga belum ada hingga saat ini.

Kelima desa tersebut yakni Desa Kabiraan, Desa Tandeallo, Desa Ulumanda, Desa Panggallo, Desa Popenga.

"Sampai saat ini belum ada bisa bawa bantuan masuk, karena stok yang ada di Dinsos sudah habis habis pasca gempa Januari lalu, " kata Kepala Dinas Sosial Majene, Muh Jafar.

Muh Jafar mengaku saat ini tengah berusaha berkoordinasi dengan pemerintah provinsi.

Untuk bantuan warga yang terisolir akibat longsor beberapa waktu lalu.

"Kami sementara koordinasi dengan Pemprov Sulbar. Mudah mudahan segera ada bantuan disalurkan kesana, " ucapnya.

Saat ini Dinsos juga tengah melakukan pendataan di lapangan untuk memastikan berapa jumlah warga terkena dampak.

Jalan menuju kecamatan Ulumanda, Majene, Sulbar terputus akibat longsor terjadi pada, Senin (4/10/2021).

Menurut amat Ulumanda Muhammad Arif, titik longsor terjadi di daerah yang sebelumnya juga longsor pada bencana Januari lalu.

Disampaikan saat ini baru loader yang ada di lokasi membersihkan tumpukan material longsor.

"Excavator yang seharusnya hari ini juga sudah harus tiba di lokasi terkendala karena tidak bisa melintas truk tronton di Malunda karena jalan putus," ujar Arif.

Tronton tersebut sedianya akan ke Kota Majene untuk menjemput excavator milik UPTD PU.

Pihaknya masih menunggu adanya alat berat masuk ke lokasi longsor untuk bersihkan material.

"Ada 9.000 lebih Kepala Keluarga (KK) terdampak di sana," bebernya.

Dikatakan, persediaan bahan pokok masyarakat mulai menepis.

Sehingga, terus melakukan koordinasi dengan pihak provinsi karena Jalan Poros Salutambung-Urekang masuk jalan strategis provinsi.

"Satu sampai dua hari masih tersedia. Tapi kalau sampai satu minggu terisolir ketersediaan bahan pokok masyarakat pasti habis," tandasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved