Breaking News:

Alasan Polres Majene Tahan Tiga Kader HMI dengan Ancaman 5 Tahun Kurungan

Ketiga mahasiwa tersebut disangka atas kasus penganiayaan petugas Kepolisian yang mengamankan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Majene.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri
Puluhan Kader HMI Demo Polres Majene mendesak tiga rekannya dibebaska, Kamis (7/10/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Kepolisian Resor Majene menetapkan tiga kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemukulan terhadap petugas.

Ketiga mahasiswa tersebut kini ditahan di Markas Kepolisian Resor Majene untuk proses lebih lanjut.

Mereka disangka pasal 170 dan 351 dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun.

Ketiga mahasiwa tersebut disangka atas kasus penganiayaan petugas Kepolisian yang mengamankan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Majene beberapa waktu lalu.

Baca juga: Komitmen Kerja Sama dengan Stakeholder untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Baca juga: UPDATE Covid-19 Sulbar Kamis 7 Oktober 2021: Bertambah 8 Kasus, 1 Meninggal dari Mamuju Tengah

Sangkaan pemukulan berdasarkan hasil laporan polisi dan disertai bukti keterangan saksi, rekaman vidio, hasil visum dan pendukung lainnya.

"Penetapan sudah sesuai dengan proses berlaku. Ada pelapor, saksi dan disertai dengan alat bukti, " kata Kapolres Majene, AKBP Febryanto Siagian.

Perwira dua bunga ini menceritakan kejadian berawal saat mahasiswa berunjuk rasa. Unjuk rasa menuntut
menuntut pembangunan videotron dibatalkan.

Proyek videotron kurang efektif untuk pembangunan di Kabupaten Majene. Pada saat itu tiba tiba diwarnai kericuhan.

Kericuhan terjadi karena Polisi menghalangi mahasiswa yang hendak melakukan bakar ban. di badan jalan.

Polisi menghalangi karena dianggap berpotensi mengganggu ketertiban dan menghambat arus lalu lintas

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved