Sulbar Gigit Jari di Balap Motor PON Papua, Hamzih: Semua Cabor Akan Dievaluasi

"Kita akan mengevaluasi tiap Cabor untuk berlaga kedepan, bukan hanya Balap Motor tetapi semua Cabor," bebernya.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
Ketua KONI Sulbar, Ali Baal Masdar dan pengurus KONI foto bersama atlet dayung usai raih medali perunggu. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Lima Cabang Olahraga (Cabor) sudah bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Lima Cabor diantaranya Dayung, Muaythai, Balap Motor, Sepak Takraw, dan Panjat Tebing.

Namun, dari lima Cabor tersebut hanya Dayung meraih medali Perunggu atas nama Ramla Baharuddin asal Mamuju.

Sementara, Cabor Balap Motor harus berlapang dadah atas kekelahan di pertandingan final Rabu (6/10/2021).

Ketua Kontingen Sulbar, Muhammad Hamzih mengatakan secara teknis Sulbar sangat diunggulkan pada laga final Balap Motor.

Baca juga: Bandara Ngurah Rai Bali Siap Terima Kedatangan Internasional, Ini 6 Negara Boleh Masuk Indonesia

Baca juga: Satgas Covid-19: Kepatuhan Prokes Kunci Mencegah Timbulnya Gelombang Baru

"Ada faktor teknis atlet Balap Motor kita kalah tadi berdasarkan laporan dari manajer Balap Motor," kata Hamzih saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (6/10/2021) malam.

Namun, menurutnya kesalahan teknis apapun itu harus disiapkan sejak awal.

Akan tetapi, ini akan menjadi pelajaran kepada semua Cabor.

"Kesalahan teknis ini harusnya disiapkan dari awal," ungkap Hamzih.

Menanggapi, adanya atlet asal Sulbar mewakili provinsi lain menjadi PR Komite Olahraha Nasional Indonesia (KONI) Sulbar kedepan.

Seperti, akan melakukan evaluasi secara menyuluruh kepada semua Cabor yang ikut PON maupun yang tidak ikut.

Atlet Balap Motor asal Polman Fahmi Basam meraih medali emas perkuat Papua.
Atlet Balap Motor asal Polman Fahmi Basam meraih medali emas perkuat Papua. (HANDOVER)

"Kita akan mengevaluasi tiap Cabor untuk berlaga kedepan, bukan hanya Balap Motor tetapi semua Cabor," bebernya.

Hal itu, dilakukan agar bisa melihat peluang-peluang kedepan pada laga PON berikiutnya.

Baik itu menyangkut pelatih, infrastrukturnya maupun jaminan kepada atlet terhadap masa depannya.

"Sehingga tidak ada lagi atlet direkrut oleh provinsi lain," tandasnya.(*)

Laporan Wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved