Breaking News:

PROFIL Rahmat Fauzan, Wisudawan Terbaik Institut Parahikma Indonesia Tahun 2021

Selain aktif dalam organisasi kampus, Fauzan juga terlibat pada beberapa kegiatan luar kampus seperti kegiatan lintas iman dan organisasi kepenulisan.

Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
Rahmat Fauzan, Wisudawan Terbaik IPI 

TRIBUN-SULBAR.COM - Rahmat Fauzan tercatat sebagai wisudawan terbaik angkatan II Institut Parahikma Indonesia (IPI) tahun 2021.

Fauzan meraih IPK 4.0 dengan summa cumlaude dalam waktu empat tahun dari Jurusan Pendidikan Agama Islam.

Namun, yang membuat Fauzan istimewa bukan hanya karena nilai IPKnya yang sempurna, ia menulis skripsi dalam dua bahasa sekaligus yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Presentasi dan seminarnya pun digabungkan (code-mixing) dalam dua bahasa tersebut.

Tidak hanya hebat dalam hal akademik, Fauzan yang lahir 30 Juli 1999 juga aktif dalam kegiatan organisasi.

Ia menjadi ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Journalism and Pen Circle IPI, dema fakultas dan universita serta himpunan mahasiswa program studi.

Baca juga: Rektor Universitas Muhammadiyah Mamuju Jadi Bintang Tamu The Leader Tribun-Sulbar.com

Baca juga: Institut Parahikma Indonesia Kukuhkan 91 Alumni Angkatan II, Rahmat Fauzan Terbaik

Institut Parahikma Indonesia (IPI) Gowa mengukuhkan 91 wisudawan sebagai sarjana pendidikan dan sarjana ekonomi pada wisuda angkatan 2, Rabu (6/10/2021).
Institut Parahikma Indonesia (IPI) Gowa mengukuhkan 91 wisudawan sebagai sarjana pendidikan dan sarjana ekonomi pada wisuda angkatan 2, Rabu (6/10/2021). (Ist/Tribun-Sulbar.com)

Selain aktif dalam organisasi kampus, Fauzan juga terlibat pada beberapa kegiatan luar kampus seperti kegiatan lintas iman dan organisasi kepenulisan.

Di samping itu, alumni MAN Palopo tahun 2016 ini aktif menulis dan berhasil menerbitkan tulisan opininya di media mainstream seperti Tribun Timur.

Tulisan-tulisannya yang kritis menyoroti peran guru agama menangkal radikalisme dan mencegah korupsi.

“Saya dulu sering merasa rendah diri karena bukan di kampus besar, tetapi lama kelamaan saya menyadari ada beberapa hal yang tidak akan saya miliki seandainya tidak berkuliah di IPI termasuk bisa berbicara di hadapan hadirin sekalian. Saya sering merasa kurang percaya diri dan pemalu sebelumnya,” katanya di hadapan seluruh wisudawan dan hadirin termasuk kedua orang tuanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved