Breaking News:

Gaungkan Pendewasaan Usia Perkawinan, DPPKB Majene Edukasi Orangtua dan Remaja

BKR sasarannya adalah orang tua yang mempunyai remaja, sedangkan sasaran PIKR adalah remaja yang berusia 10-24 tahun dan belum menikah.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Majene bersama BKKBN Propinsi Sulawesi Barat mengedukasi orangtua dan remaja untuk mencegah terjadinya pernikahan anak usia dini. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Majene bersama BKKBN Propinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengedukasi orangtua dan remaja untuk mencegah terjadinya pernikahan anak usia dini.

Upaya dilakukan DPPKB Mejene, salah satunya memperkenalkan kartu permainan komunikasi '1001 Cara Bicara Orangtua dengan Remaja'.

Hal tersebut dilakukan saat mengunjungi 4 kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR), yaitu BKR Peduli Sesama Kecamatan Sendana, BKR Melati Kecamatan Pamboang, BKR Cahaya Ate Kecamatan Banggae dan BKR Al Munawarah Kecamatan Banggae Timur.

Dilanjutkan pula kunjungan pada Kelompok Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR), Beru-Beru Kelurahan Galung Kecamatan Banggae dengan menyerahkan 1 set Genre Kit.

Baca juga: Rektor Universitas Muhammadiyah Mamuju Jadi Bintang Tamu The Leader Tribun-Sulbar.com

Baca juga: Institut Parahikma Indonesia Kukuhkan 91 Alumni Angkatan II, Rahmat Fauzan Terbaik

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Majene bersama BKKBN Propinsi Sulawesi Barat mengedukasi orangtua dan remaja untuk mencegah terjadinya pernikahan anak usia dini.
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Majene bersama BKKBN Propinsi Sulawesi Barat mengedukasi orangtua dan remaja untuk mencegah terjadinya pernikahan anak usia dini. (Ist/Tribun-Sulbar.com)

"Salah satu upaya DPPKB Majene untuk menggaungkan program Pendewasaan Usia Perkawinan adalah mengaktifkan pertemuan rutin di kelompok BKR dan PIKR," jelas Kepala seksi di Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan keluarga DPPKB Majene, Sitti Nur Aliyah, Selasa (5/10/2021).

BKR sasarannya adalah orang tua yang mempunyai remaja, sedangkan sasaran PIKR adalah remaja yang berusia 10-24 tahun dan belum menikah.

"Pendewasaan Usia Perkawinan berupa anjuran bagi remaja untuk menikah di usia ideal yaitu minimal 21 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi laki-laki, agar keduanya matang dari segi fisik, psikologis, ekonomi dan sosial," terangnya.

Pihaknya memilih metode 'permainan' karena pertemuan rutin perlu diramu sekreatif mungkin sehingga pemahaman materi pada orangtua remaja maupun remaja tidak membosankan.

Adapun 4 kelompok BKR yang dikunjungi masuk dalam kategori Program Prioritas Nasional (BKR Pro PN).

Baca juga: Institut Parahikma Indonesia Kukuhkan 91 Alumni Angkatan II, Rahmat Fauzan Terbaik

"Sedangkan PIKR Beru-beru Galung adalah PIKR yang baru saja terbentuk dan terintegrasi dengan Posyandu Remaja, yang berada di lokus stunting. Pemberian Genre Kit diharapkan dipergunakan oleh remaja untuk mengedukasi teman sebayanya dalam menggaungkan Pendewasaan usia perkawinan dan upaya menghindari perilaku beresiko bagi remaja," bebernya lagi.

DPPKB Majene meminta masyarakat perlu lebih perhatian terhadap upaya pendewasaan usia perkawinan, mengingat Majene memiliki angka Pernikahan usia anak yang cukup tinggi dan masuk dalam 3 besar di Indonesia.

Pernikahan usia anak merupakan salah satu penyebab tingginya kasus stunting di Majene.

Kehadiran tim dari DPPKB Majene juga didampingi dan ditinjau langsung Andi Angki Fatimah, Sub koordinator ketahanan keluarga pada BKKBN provinsi Sulawesi Barat.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved