Breaking News:

Menteri Kesehatan: Cegah Klaster Covid-19 di Satuan Pendidikan dengan Disiplin Prokes

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus melakukan pencegahan Covid 19 di satuan pendidikan melalui surveilans aktif dan disiplin prokes.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman
Suasana PTM SDN 01 Mamuju Jl Jendral Sudirman, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Selesa (14/9/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus melakukan pengawalan terhadap pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas melalui deteksi atau surveilans aktif dan disiplin protkol kesehatan (prokes).

Hal tersebut dilakukan guna mencegah terjadinya klaster Covid-19 di satuan pendidikan.

Dikutip dari setkab.go.id, pihak Kementerian Kesehatan telah menyusun sejumah metode surveilans aktif untuk satuan pendidikan yang akan melakukan PTM terbatas, yakni:

Dengan melakukan random surveilans pada sekitar 10 persen dari sekolah yang tatap muka.

Untuk kemudian dibagi kedalam proporsi ke kecamatan-kecamatan yang ada di kabupaten atau kota tersebut.

Suyanto pedagang bastar (bakso telur) kembali meraip untung di masa PTMT, Kamis (30/9/2021)
Suyanto pedagang bastar (bakso telur) kembali meraip untung di masa PTMT, Kamis (30/9/2021) (TribunSulbar.com/Fahrun)

Baca juga: Kemdikbud Ristek: PTM Harus Digelar Guna Menghindari Memburuknya Psikis Anak dan Learning Loss

Baca juga: Cegah Klaster PTM Terbatas di Sekolah: Pemerintah Terapkan Strategi Prokes dan Deteksi

"Kemudian kita ambil 30 sampel untuk murid dan 3 sampel untuk guru," ungkap Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.

Hasil uji positivity rate

Jika positivity rate sekolah berada di angka di atas lima persen maka sekolah akan melakukan kembali pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring selama dua minggu.

Tetapi, jika positivity ratenya berada di angka 1-5 persen maka hanya satu kelas yang terkonfirmasi positif yang melakukan karantina.

Sedangkan yang lainnya tetap mengikuti PTM terbatas.

Sementara itu, bagi yang positivity rate nya di bawah satu persen, maka yang akan dikarantina adalah warga sekolah yang terkonfirmasi dan kontak eratnya.

Lebih lanjut, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, jika pihaknya akan terus bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dn Teknologi untuk meningkatkan kualitas surveilans Covid 19 di satuan pendidikan.

(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved