Breaking News:

Luhut Binsar Pandjaitan: Cakupan Vaksinasi Jadi Indikator Penurunan Level PPKM di Jawa-Bali

Cakupan vaksinasi jadi indikator penurunan Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Hasrul Rusdi
kominfo.go.id
Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Marves 

TRIBUN-SULBAR.COM - Capaian vaksinasi Covid 19 menjadi indikator dalam velauasi penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali.

Penambahan vaksinasi ini dianggap mampu untuk meningkatkan laju vaksinasi di wilayah tersebut, khususnya vaksinasi bagi kelompok masyarakat lanjut usia.

Penurunan level PPKM akan sangat dipengaruhi oleh vaksinasi.

Mengingat cakupan vaksinasi menjadi proses transisi untuk hidup bersama Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Penanganan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) kembali meninjau sentra vaksinasi di wilayah timur Indonesia, tepatnya di Kota Ambon, Senin (4/10/2021).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Penanganan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) kembali meninjau sentra vaksinasi di wilayah timur Indonesia, tepatnya di Kota Ambon, Senin (4/10/2021). (Ist/Tribun-Sulbar.com)

Baca juga: Kendala Vaksinasi di Mamasa, Marthinus Tiranda: Stok Vaksin Terbatas

Baca juga: UPDATE Capaian Vaksinasi Covid-19 di Mamasa, Senin 4 Oktober 2021

Status PPKM di Jawa-Bali

Turun dari level 3 ke level 2

Agar status PPKM bisa turun dari level 3 ke level 2 maka cakupan vaksinasi dosis pertama daerah tersebut harus mencapai 50 persen.

Dan cakupan vaksinasi bagi kaum lanjut usia harus berada pada 40 persen.

Turun dari level 2 ke level 1

Sedangkan untuk dapat turun dari level 2 ke level 1 maka cakupan vaksinasi dosis pertamanya harus mencapai 70 persen.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved