Breaking News:

KENAPA Pemerintah Bangun Boyang Kayyang di Buttu Ciping Polman? Jumlahnya 20

KENAPA Ada Boyang Kayyang di Buttu Ciping Polman? Bahkan Mau Bangun Lagi 19

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri
Rumah Adat atau Boyang Kayyang di Buttu Cipping Polman. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pembangunan Cagar Budaya Taman Buttu Ciping di Desa Batulaya, Kecamatan Tinambung, Polman, Sulbar secara bertahap dilakukan.

Masih ada bangunan-bangunan tambahan lainnya sementara dalam proses pengerjaan.

Hal tersebut, disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar Prof Gufran Darma Dirawan saat dihubungi lewat sambungan telepon, Selasa (5/10/2021).

"Kawasan zona Buttu Ciping ini masih ada lagi, dimana masih ada lebih 19 rumah atau Boyang Kayyang di situ," kata Prof Gufran.

Kawasan cagar budaya dibuat berdasarkan sejarah kerajaan di Sulbar Pitu Ulunna Salu (Tujuh kerajaan hulu sungai) dan Pitu Babana Binanga (Tujuh kerajaan muara sungai).

Sehingga, keterwakilan 14 kerajaan ini dibangun rumah adatnya sama besarnya Boyang Kayyang sudah dibangun.

"Jadi masih ada 20 bangunan diantaranya 14 rumah adat kerajaan, tambah rumah adat Salassa satu, tambah rumah adat empat banua kayyang dan satu ruang teater," bebernya.

Termasuk, ada pusat perdagangan dan pusat kuliner akan dibangun di area Taman Buttu Ciping.

Secara lengkap, kawasan cagar budaya taman Buttu Ciping belum selesai secara umum.

"Sekali lagi kawasannya yang belum selesai. Jadi bukan berarti dilarang menggunakan, silahkan nanti setelah selesai semua," ungkap Prof Gufran.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved