Breaking News:

Peringatan Dini Gelombang Tinggi BMKG Senin 4 Oktober 2021: Laut Sulawesi Capai 4 Meter

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini gelombang tinggi di perairan Indonesia pada Senin (4/10/2021).

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Ilham Mulyawan
Shutterstock
ILUSTRASI Terjadinya gelombang tinggi 

TRIBUN-SULBAR.COM – Berikut peringatan dini gelombang tinggi pada Senin (04/10/2021).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini gelombang tinggi terjadi di beberapa perairan di Indonesia.

Dikutip dari bmkg.go.id, terdapat sirkulasi di Selat Makassar dengan pola angin Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Barat Daya-Barat dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot.

Dan wilayah Indonesia bagian selatan angin bergerak dominan dari Timur-Selatan dengan kecepatan angin 8-20 knot.

Nelayan di Lingkungan Tamo, Kelurahan Baurung, Kecamatan, Banggae Timur, Majene saat memantau cuaca di Pantai Tamo, Rabu (1/9/2021)
Nelayan di Lingkungan Tamo, Kelurahan Baurung, Kecamatan, Banggae Timur, Majene saat memantau cuaca di Pantai Tamo, Rabu (1/9/2021) (Tribun-Sulbar.com/Misbah Sabaruddin)

Baca juga: Peringatan Dini Gelombang Tinggi BMKG Kamis Kamis 30 September 2021: Perairan Lampung Capai 4 Meter

Baca juga: Peringatan Dini Gelombang Tinggi BMKG Selasa 28 September 2021: Selat Sunda Capai 4 M

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna, Perairan barat Lampung hingga selatan Banten, Laut Sulawesi dan Kep. Sangihe – Talaud.

Selengkapnya, berikut wilayah perairan di Indonesia yang berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berhasil dihimpun oleh tim Tribun-Subar:

Area perairan dengan gelombang 1,25 – 2,5 meter sebagai berikut:

- Laut Natuna

- Laut Sawu

- Selat Sumba bagian barat

- Perairan selatan P. Flores

- Selat Sape bagian selatan

- Selat Ombai

- Laut Timor

- Selat Makassar bagian utara

- Perairan Kep. SAngihe hingga Kep. Talaud

- Laut Maluku

- Perairan utara Halmahera

- Laut Halmahera

- Perairan utara Papua Barat

Area perairan dengan gelombang 2,5 – 4,0 meter sebagai berikut:

- Perairan utara Sabang

- Perairan barat Aceh

- Perairan barat P.Simeulue hingga Kep.Mentawai

- Perairan Bengkulu

- Perairan Enggano hingga barat Lampung

- Samudra Hindia barat Sumatra

- Selat Sunda bagian barat dan selatan

- Perairan selatan Banten hingga P.Sumba

- Selat Bali – Lombok – Alas bagian selatan

- Perairan P.Sawu – Rote

- Samdura Hindia selatan Banten hingga NTT

- Laut Sulawesi

Saran Keselamatan

Bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu berhati-hati dan tetap waspada.

Tak hanya itu, warga diminta untuk memperhatikan resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran dengan catatan sebagai berikut:

- Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter)

- Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter).

- Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter)

- Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter)

(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)

Baca juga artikel lainnya terkait gelombang tinggi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved