Breaking News:

Banjir Mamuju

Banjir kembali Merendam Mamuju dan Majene, Ini Langkah Tepat Antisipasi Banjir di Musim Hujan

Namun banjir bisa diantisipasi sejak dini, jika pemerintah dan masyarakat sadar pentingnya pencegahan bencana banjir sejak dini

Editor: Ilham Mulyawan
Fahrun Ramli/Tribun-Sulbar.com
Banjir merendam Jl Mognisidi, Kelurahan Binanga, Mamuju, Senin (4/10/2021). 


TRIBUN-SULBAR.COM - Banjir kembali melanda Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat, setelah intensitas hujan tinggi terjadi sejak Senin (4/10/2021) siang hingga sore hari ini.

Banjir ini menyebabkan banyak rumah warga di Malunda, Majene tergenang air akibat luapan air sungai.

Baca juga: Warga Simbuang Meninggal Terbawa Arus, BPBD Mamuju Minta Warga Tetap Waspada

Hujan deras ini juga menyebabkan jalan-jalan di Kota Mamuju tergenang sehingga menyebabkan arus lalu lintas sempat terhambat.

Air meluap di Jl Abdul Syakur Kabupaten Mamuju, Senin (4/10/2021).
Air meluap di Jl Abdul Syakur Kabupaten Mamuju, Senin (4/10/2021). (Ist/Tribun-Sulbar.com)

Bahkan seorang warga Lingkungan Simbuang II, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulawesi Barat bernisian AG (74) meninggal dunia akibat terseret arus sungai.

Korban terbawa arus sungai Simbuang sepanjang 500 meter.

Sebenarnya, kedatangan banjir dapat diprediksi dengan memperhatikan curah hujan dan aliran air.

Penyebab banjir mencakup curah hujan yang tinggi.

Kemudian permukaan tanah lebih rendah dibandingkan muka air laut.

Jalan Gatot Subroto Mamuju tergenang air akibat derasnya hujan
Jalan Gatot Subroto Mamuju tergenang air akibat derasnya hujan (Munawwarah Ahmad/Tribun-Sulbar.com)

Lalu wilayah terletak pada suatu cekungan yang dikelilingi perbukitan dengan sedikit resapan air.

Ditambah bangunan disepanjang bantaran sungai, sehingga membuat aliran sungai tidak lancar, akibat terhambat oleh sampah.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved