Breaking News:

Oknum Polisi Pelaku Penganiayaan Anak di Bawah Umur di Mamasa Terancam Sanksi Disiplin

"Sudah dalam penanganan Kasi Propam, untuk perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan," ungkap Hendrik, Jumat (1/10/2021).

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun-Sulbar.com/Samuel Mesakaraeng
Kedua orangtua korban saat melapor ke Polres Mamasa 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Kasus penganiayaan terhadap anak di bawah umur oleh oknum Polisi, masih berproses di Seksi Propam Polres Mamasa.

Kasi Humas Polres Mamasa, Iptu Hendrik, mengatakan saat ini Bripka Laupe, anggota Sat Bimas Polres Mamasa, tengah diperiksa di Seksi Propam Polres Mamasa.

"Sudah dalam penanganan Kasi Propam, untuk perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan," ungkap Hendrik, Jumat (1/10/2021).

Terhadap kasus tersebut, Bripka Laupe akan dikenakan sanksi.

Baca juga: CERITA Siswi SMKN 1 Alu: Takut Nyebrang Pakai Rakit, Jika Air Sungai Meluap Kembali ke Rumah

Baca juga: Satpol PP dan Damkar Mamuju Satu Atap, Markasnya di Jl Soekarno Hatta

"Tentu ada sanksi disiplin. Kalau soal pidana, itu menjadi wewenang Satreskrim," tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Mamasa, AKBP Indra Widiyatmoko mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti kasus tersebut.

"Kami juga atas nama Polres dan institusi Polri mohon maaf, nanti akan kita coba mediasi. Namanya anak-anak seharusnya tidak terjadi," kata Indra Widiyatmoko.

Diberitakan sebelumnya, oknum Polisi inisial L, dilaporkan karena diduga telah menganiaya duan anak sekaligus berusia 11 tahun dan 9 tahun.

Dia dilaporkan orangtua korban bernama Fatmawaty dan Syamsul Nuralam di SPKT Polres Mamasa, Kamis (30/9/2021) malam.

Menurut keterangan orangtua korban, Syamsul Nuralam, penganiayaan oleh oknum Polisi bermula saat anaknya dan anak oknum polisi tersebut sedang bermain.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved