Breaking News:

Opini

Literasi Pemilu Untuk Demokrasi

Literasi pemilu dan pemilihan sebagai metode bagi penyelenggara untuk warga penting dilakukan.

Editor: Nurhadi Hasbi
Ist/TribunSulbar.com
Zulkarnain Hasanuddin, Anggota KPU Kabupaten Majene 

Oleh : Zulkarnain Hasanuddin
Anggota KPU Kabupaten Majene

SEBAGAI sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat Pemilu dan Pemilihan ( Pemilihan Umum & Pilkada) sejatinya bukan hanya soal banyaknya pemilih (kuantitas ) atau angka partisipasi yang tinggi.

Tetapi lebih penting juga berjalan dalam suasana yang kompetitif dan akuntable (kualitas ) serta adanya pilihan-pilihan politik kompetible untuk menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan berintegritas.

Dengan kata lain Pemilu & Pemilihan bukan hanya menghasilkan angka partisipasi yang tinggi tetapi juga menghasilkan mutu partisipasi yang berkualitas.

Tentu ini dibutuhkan sebuah prakondisi, salah satunya adalah terus mendaras dan memahami (literasi ) hakikat pemilu untuk masa depan demokrasi

Jika demokrasi sesuai dengan makna harfiahnya difahami sebagai ‘Rakyat yang berdaulat (demos=rakyat, cratie=kekuasaan/kedaulatan ) dalam system pemerintahan,

maka aspek yang paling penting dan niscaya adalah partisipasi masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan politik dalam kehidupan politik.

Kualitas demokrasi tentunya tidak hanya melihat partisipasi warga secara parsial atau hanya dalam menyalurkan hak pilihnya (voters ) pada setiap pemilihan.

Tetapi jauh lebih penting adalah masyarakat mampu melakukan evaluasi dan terlibat secara aktif dengan nalar kritisnya untuk berkontribusi pada perjalanan kepemimpinan politik,

baik saat pemilihan dilaksanakan maupun pasca pemilihan untuk menghasilkan demokrasi yang baik

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved