Breaking News:

Hari Kesaktian Pancasila

Kesaktian Pancasila dan Penumpasan Teroris OPM di Papua

Sejarah penumpasan pemberontak NKRI sering kali diselesaikan dengan operasi militer

Editor: Ilham Mulyawan
Dokumentasi Hasri Jack untuk Tribun-Sulbar
Bang Jack alias Hasri Jack 

Oleh Hasri Jack
Pemerhati Demokrasi

TRIBUN-SULBAR.COM - Tepat hari ini, jumat 1 Oktober 2021 bangsa Indonesia kembali diingatkan tentang sejarah kesaktian Pancasila dimana sehari sebelumnya telah terjadi sejarah kelam pemberontakan pada tanggal 30 september yang dikenal dengan G30S/PKI pada tahun 1965. 

Dibawah Pasukan Tjakrabirawa yabg dipimpinan letnan kolonel Untung memulai aksinya dengan melakukan aksi penculikan terhadap 7 jendral.

Pasukan Tjakrabirawa bergerak dari lapangan udara menuju Jakarta Selatan.

Ketujuh jenderal tersebut adalah Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani, Letjen (Anumerta) M.T. Haryono, serta Mayjen (Anumerta) D.I. Panjaitan yang langsung dibunuh di rumah masing-masing, sementara Letjen (Anumerta) Suprapto, Letjen (Anumerta) S.Parman dan Mayjen (Anumerta) Sutoyo ditangkap hidup-hidup kemudian disiksa dan dibunuh oleh PKI.

Operasi penumpasan pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia) dikenal dengan Operasi Penumpasan G30S/ PKI yang dipimpin oleh Panglima Kostrad Letkol.

Soeharto dengan bantuan beberapa pasukan seperti Divisi Siliwangi, Kaveleri, dan RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) di bawah pimpinan Kolonel Sarwo Edhi Wibowo yang kemudian berlanjut hingga operasi militer yang di kenal dengan operasi trisula beberapa tahun setelahnya.

Setelah 56 tahun berlalu, setiap tahun kita akan selalu memperingati peristiwa itu dengan berbagai cara termasuk dengan pemutaran film G30S/PKI meskipun tidak seantusias semasa orde baru berkuasa namun pada hakikatnya adalah untuk mengingat sejarah kelam yang pernah melanda negeri ini yang disebabkan oleh orang-orang yang tamak dan ingin berkuasa dengan cara kekerasan dan inkonstitusional.

Pada peringatan hari kesaktian pancasila tahun 2021 ini, kita bukan saja diingatkan oleh peristiwa pahit 56 tahun silam, akan tetapi 1 oktober ini benar-benar menjadi repleksi dan evaluasi nilai-nilai Pancasila bagi penyelengggara negara dan bangsa indonesia dalam menjaga harkat dan martabat negara kesatuan republik indonesia dari berbagai macam peristiwa pemberontakan.

Sejarah penumpasan pemberontak NKRI sering kali diselesaikan dengan operasi militer, seperti penumpasan Pemberontak Rakyat Maluku Selatan (RMS) pada tahun 1950 dan penumpasan Gerakan Aceh Merdeka pada tahun 2004.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved