Breaking News:

OPINI

Diskursus Tuntutan Regulasi dan Perlunya Penyederhanaan Surat Suara Pemilu 2024

Menjawab masalah ini maka alternatif untuk metode menulis untuk pemberian hak pilih kembali patut untuk dipertimbangkan.

Editor: Ilham Mulyawan
Dokumentasi Muhammad untuk Tribun-Sulbar.com
Dosen Ilmu Politik Unsulbar, Muhammad 

Oleh: Muhammad
Dosen Ilmu Politik Unsulbar

TRIBUN-SULBAR.COM - Dalam sejarah penyelenggaraan Pemilu di Indonesia tercatat baik mencoblos, mencontereng dan menuliskan pilihan dalam menyalurkan hak suaranya.

Pada Pemilu yang terakhir di 2019 yang lalu, para pemilih disuguhkan 5 surat suara di hari pemilihan.

Dimana surat suara untuk pilpres, DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten disajikan dalam masing-masing lembaran surat suara.

Dari segi efisiensi, tentu model surat suara pada Pemilu 2019 yang lalu perlu dievaluasi sebab selain banyak menghabiskan banyak waktu karena akan membuka dan melipat kembali 5 surat suara yang rata-rata dievaluasi sekitar 6 menit dalam bilik suara.

Tentu saja dari pembiayaan pengadaan logistik Pemilu sangat boros karena bukan hanya surat suara tetapi juga tentu saja kotak suara akan mengikut jumlah surat suara dan seterusnya.

Kemudian yang tidak kalah penting dan belum lekang dalam ingatan kita semua adalah terkait banyaknya tenaga penyelenggara adhoc Pemilu yang jatuh sakit bahkan gugur yang diduga juga karena beratnya beban kerja untuk menghitung dan merekap 5 surat suara sekaligus.

Belajar dari pengalaman Pemilu 2019 yang lalu tentu saja dibutuhkan model penyederhanaan surat suara sehingga efek dari kerumitan Pemilu serentak dengan 5 surat suara dapat diminimalisir.

Oleh karena itu bermunculan gagasan untuk menyederhanakan surat suara dengan cukup 1 lembar surat suara saja.

Tentu sulit membayangkan bagaimana ukuran 1 lembar surat suara jika dengan banyak partai politik, sistem proporsional terbuka (untuk DPR-RI,DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten) ditambah DPD-RI dan calon Presiden jika pemberian hak suara masih dengan mencoblos.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved