Dinas PPA Mamasa Lakukan Pendampingan Anak di Bawah Umur Korban Penganiayaan Polisi

"Kan kasusnya sudah ditangani kepolisian jadi kami hanya melakukan pendampingan psikologi dan pendampingan hukum," tandasnya.

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Hasrul Rusdi
Ist/TribunSulbar.com
Dinas PPA lakukan pendampingan konseling terhadap korban penganiayaan oknum polisi di Mamasa. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), lakukan pendampingan terhadap korban penganiayaan oknum Polisi.

Kepala Bidang PPA Mamasa, Grace mengatakan, saat ini pihaknya lakukan pendampingan terhadap anak yang jadi korban.

"Kami tadi ke rumah korban, kami berikan pendampingan," ungkap Grace, Jumat (1/10/2021).

Baca juga: Oknum Polisi Pelaku Penganiayaan Anak di Bawah Umur di Mamasa Terancam Sanksi Disiplin

Baca juga: Pemerintah Kembangkan Food Estate, Dinas Tanaman Pangan: Butuh Lahan Ribuan Hektar

Kedua orangtua korban saat melapor ke Polres Mamasa
Kedua orangtua korban saat melapor ke Polres Mamasa (Tribun-Sulbar.com/Samuel Mesakaraeng)

Pendampingan yang dilakukan Dinas PPA kata dia, bersifat konseling dan pendampingan hukum.

"Kan kasusnya sudah ditangani kepolisian jadi kami hanya melakukan pendampingan psikologi dan pendampingan hukum," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, oknum Polisi inisial diketahui bernama Bripka Laupe, dilaporkan karena diduga telah menganiaya duan anak sekaligus berusia 11 tahun dan 9 tahun.

Dia dilaporkan orangtua korban bernama Fatmawaty dan Syamsul Nuralam di SPKT Polres Mamasa, Kamis (30/9/2021) malam.

Menurut keterangan orangtua korban, Syamsul Nuralam, penganiayaan oleh oknum Polisi bermula saat anaknya dan anak oknum polisi tersebut sedang bermain.

Saat bermain, tak sengaja korban mengenai anak pelaku, hingga menangis.

Namun, anak oknum polisi itu mengadu ke orangtuanya.

Menerima aduan anaknya, oknum polisi itu lalu mencari korban dan memukulnya menggunakan sebilah bambu.

"Dipukul pakai bambu, yang kakaknya kena pukulan empat kali, di lengan dan kakinya, adiknya kena pukulan tiga kali di tangan dan kakinya," ungkap.

Baca juga: VIDEO: Cerita Kepsek SMAN 1 dan Guru MI DDI Polman soal Siswa Naik Rakit ke Sekolah

Baca juga: Satpol PP dan Damkar Mamuju Satu Atap, Markasnya di Jl Soekarno Hatta

Setelah mengetahui anaknya dipukul oknum polisi, Syamsul Nuralam, lalu mendatangi pelaku.

Ironisnya, saat mendatangi pelaku, malah diajak berkelahi.

"Dia sempat mengamuk, saya diajak berkelahi," ujar Syamsul Nuralam.

Tidak terima anaknya diperlakukan tak wajar, ia lalu melaporkan kejadian itu ke Polres Mamasa.

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved