Breaking News:

CERITA Siswi SMKN 1 Alu: Takut Nyebrang Pakai Rakit, Jika Air Sungai Meluap Kembali ke Rumah

"Rada-rada takut sih kak, cuma harus dilewati karena mauki belajar Kak, " ucap Alvisari kepad Tribun-Sulbar.com

Penulis: Hasan Basri | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri
Sejumlah siswa dan guru Kecamatan Alu, Polewali Mandar, menuju sekolah menggunakan rakit bambu. 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Ratusan siswa di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) setiap bertarung nyawa menyebrangi derasnya arus Sungai Mandar menuju sekolah.

Sebab, tidak ada jembatan penghubung yang dilintasi menuju sekolah mereka.

Sungai ini adalah jalan penghubung antara Desa Saragian dan Desa Mombi, Kecamatan Alu.

Seperti dialami siswi SMK Negeri 1 Alu, Alvisari.

Baca juga: Satpol PP dan Damkar Mamuju Satu Atap, Markasnya di Jl Soekarno Hatta

Baca juga: 2 Kader Golkar Mamasa Divonis Tidak Bersalah, Sudirman: Jadi Pelajaran Kita Semua

Sejumlah siswa dan guru Kecamatan Alu, Polewali Mandar, menuju sekolah menggunakan rakit bambu.
Sejumlah siswa dan guru Kecamatan Alu, Polewali Mandar, menuju sekolah menggunakan rakit bambu. (Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri)

Setiap hari dari kampungnya menuju tempat sekolahnya di Desa Mombi, Alvisari menyebrangi sungai.

Mereka menyebrang dengan menggunakan jasa sewa rakit.

Sekali menyebranh, Alvi mengeluarkan uang Rp 2 ribu.

"Rada-rada takut sih kak, cuma harus dilewati karena mauki belajar Kak, " ucap Alvisari saat ditemui wartawan di lokasi penyebrangan, Kamis (30/9/2021).

Namun yang menjadi kendala bagi mereka ketika musim hujan, karena air sungai biasa meluap dan tidak ada rakit berani menyebrang.

"Biasa kembali pulang ke rumah, karena pihak sekolah sudah tahu kondisi kita," ucap gadis berjilbab ini.

Baca juga: 9 Siswa SMK Negeri 1 Tutar Tes Antigen Sebelum PKL di Polres Polman

Baca juga: Cerita Kepsek SMAN 1 Alu Polman, Ratusan Siswanya Setiap Hari Sebrangi Sungai Menuju Sekolah

Harapan satu satunya mereka adalah adanya perhatian pemerintah membuat jembatan penyebrangan.

"Ada jalan lain, tapi terlalu jauh berkeliling," sebutnya.

Senada disampaikan Nurlinda.

Nurlinda adalah siswi SMA Negeri 1 Alu setiap hari harus menyebrangi sungai menuju sekolahnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved