Info CPNS
Wajah Peserta SKD CPNS 2021 di Mamasa Kerap Gagal Terdeteksi Face Recognition
"Syaratnya harus foto baru, tapi kebanyakan pakai foto lama. Ini yang buat susah terdeteksi," ungkap Riski, Kamis (30/9/2021).
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Hasrul Rusdi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Peserta-seleksi-SKD-CPNS-2021-Kabupaten-Mamasa.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Tes seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) memasuki hari keempat, Kamis 930/9/2021).
Sesuai jadwal, tes SKD CPNS 2021 berbasis computer assisted test (CAT), berlangsung hingga Jumat (1/10/2021).
Hingga hari keempat, tidak ada kendala berarti dialami peserta maupun panitia.
Namun, pada registrasi pin, peserta kerap terhambat melalui tahapan selanjutnya.
Penyebabnya karena wajah peserta tes kerap gagal terdeteksi face recognition atau pengenalan wajah.
Baca juga: Jalani Isolasi Mandiri, 5 Peserta Tes SKD CPNS di Mamasa Tak Ikut Ujian
Baca juga: Mahasiswa Bentrok dengan Aparat Kepolisian, Demo Penolakan Videotron Majene
Di mana sistem itu bertujuan mendeteksi peserta SKD CPNS 2021, benar-benar terdaftar dalam portal SSCASN.
Seperti yang dialami lima peserta seleksi pada sesi kedua hari ini, Kamis (30/9/2021).
Kelima peserta beberapa kali wajahnya gagal terdeteksi pada face recognition.
Gagalnya terdeteksi wajah peserta pada face recognition disebabkan beberapa faktor.
Operator registrasi tes SKD CPNS, BKPP Kabupaten Mamasa, Reski mengatakan, gagalnya pengenalan wajah peserta karena foto yang digunakan saat mendaftar bukan foto terbaru.
"Syaratnya harus foto baru, tapi kebanyakan pakai foto lama. Ini yang buat susah terdeteksi," ungkap Riski, Kamis (30/9/2021).
Senada itu, Panitia Penyelenggara, UPT BKN Sulawesi Barat, Kasmir Batara mengatakan penyebab gagalnya terdeteksi wajah peserta karena foto yang digunakan bukan foto terbaru.
Meski demikian, hal tersebut kata dia tidak menjadi kendala bagi peserta mengikuti ujian.
"Selalu ada solusi dari admin. Sejauh ini tidak ada peserta gagal mengikuti tes karena wajahnya tidak terdeteksi," bebernya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng