Breaking News:

Legislator Golkar Mamasa

Legislator Golkar Mamasa Joni Daud Bebas, Kejari Mamasa Ajukan Akta Perlawanan Hukum

Perlawanan hukum itu kata dia, dilakukan selama tujuh hari kerja, terhitung sejak sidang putusan sela.

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Samuel Mesakaraeng
Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Mamasa, Andi Dharman, ditemui Tribun-Sulbar.com 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Anggota DPRD Mamasa, Sulawesi Barat, Joni Daud, dinyatakan bebas berdasarkan putusan sidang sela PN Polewali Mandar, pada Selasa (28/9/2021).

Dia dinyatakan bebas lantaran dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dianggap daluwarsa dalam eksepsi kuasa hukum terdakwa.

Eksepsi itu dikabulkan Majelis Sidang Pengadilan Negeri Polman, dengan membebaskan Joni Daud.

Hal tersebut tak dibantah Kejaksaan Negeri Mamasa (Kejari).

Kepala Seksi Intelijen, Andi Dharman Koro, atas izin Kepala Kejari Mamasa Kusuma Jaya Bulo mengatakan, alasan majelis hakim membebaskan Joni Daud, karena dakwaan JPU dianggap daluwarsa.

Kendati demikian, Kejari kata Andi Dharman, bakal ajukan akta perlawanan hukum di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar.

Berdasarkan Pasal 153 ayat 3 KUHP, dalam hal penuntut umum berkeberatan terhadap keputusan tersebut, maka dapat mengajukan perlawanan kepada pengadilan tinggi melalui pengadilan negeri yang bersangkutan.

Perlawanan hukum itu kata dia, dilakukan selama tujuh hari kerja, terhitung sejak sidang putusan sela.

"Jika perlawanan hukum dikabulkan, maka dilanjutkan pemeriksaan pokok perkara," jelas Andi Dharman, Kamis (30/9/2021).

Pada proses itu lanjut dia, dilakukan pemeriksaan alat bukti dan pokok-pokok perkara.

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved