Breaking News:

G30S/PKI, Ketua Osis SMAN 1 Mamuju Arya Lombe: Sangat Sedih Melihat Penculikan 7 Jenderal

"Juga sempat nonton film dokumenternya, sangat sedih melihat penculikan tujuh jenderal itu," terang Arya Lombe Pasau.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Hasrul Rusdi
TribunSulbar.com/Fahrun
Ketua Osis SMAN 1 Mamuju, Arya Lombe Pasau, 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Ketua Osis SMAN 1 Mamuju, Arya Lombe Pasau memberikan tanggapan soal sejarah Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI).

Peristiwa G30S/PKI merupakan sejarah kelam yang terjadi pada 30 September 1965.

Pasalnya ada enam jenderal dan satu kapten meregang nyawa karena dibunuh.

Lalu dikubur di sebuah sumur yang dikenal dalam sejarah daerah Lubang Buaya.

Baca juga: Siswa SMPN 1 Mamuju Bisa Ikut Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Meski Belum Divaksin

Baca juga: Kader IMM Cabang Mamuju Salat Berjamaah di Depan Gerbang Polda Sulbar

Ketua Osis SMAN 1 Mamuju, Arya Lombe Pasau,
Ketua Osis SMAN 1 Mamuju, Arya Lombe Pasau, (TribunSulbar.com/Fahrun)

Dalang dari peristiwa keji ini disangkutpautkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Lantas bagaimana tanggapan generasi milineal di Kabupaten Mamuju mengenai sejarah itu.

Ketua Osis SMAN 1 Mamuju, Arya Lombe Pasau, mengatakan sejarah sangatlah penting untuk dipelajari.

Sebab sejarah adalah cerminan masa depan bangsa.

Ia mengaku mengenal sejarah G30S/PKI lewat pelajaran sejarah yang ia dapatkan disekolah.

"Juga sempat nonton film dokumenternya, sangat sedih melihat penculikan tujuh jenderal itu," terang Arya Lombe Pasau, kepada Tribun-Sulbar.com, Rabu (29/9/2021).

Siswa kelas XII jurusan Mipa itu, mengatakan perlunya pengenalan sejarah lewat pertunjukan atau pentas sejarah.

Dia pun berharap adanya metode baru dalam pembelajaran sejarah.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved