Breaking News:

Langkah Efektif Atasi Varian Mu: Patuhi Prokes dan Segerkan Vaksinasi

Langkah efektif tangani varian baru virus corona yaitu dengan mematuhi protokol kesehatan dan menyegarakan vaksinasi

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Hasrul Rusdi
Instagram Kemenkes
ajakan menggunakan masker 

TRIBUN-SULBAR.COM - Varian baru virus corona yaitu Mu atau B.1.621 memang harus diantisipasi agar tidak menyebar secara luas ke berbagai wilayah di Indonesia.

Penerapan protokol kesehatan secara ketat harus tetap dijalankan guna menekan laju pertumbuhan pandemi corona.

Pemerintah juga telah mengimbau kepada masyarakat agar segera melakukan vaksinasi untuk memperkuat antibodi tubuh dan tidak boleh lengah di masa Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Ilustrasi virus Covid 19
Ilustrasi virus Covid 19 (Tangkapan layar Tribunnews)

Baca juga: Pastikan Keamanan PON XX Papua, Kemenpora Pastikan Relawan yang Terlibat Sudah Divaksinasi

Baca juga: Terima Aspirasi IKAPPI, Airlangga Hartarto Dorong Vaksinasi & Digitalisasi Pedagang Pasar

Dikutip dari covid19.go.id pada Selasa (28/9/2021) berdasarkan riset yang dilakukan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO), varian Mu dikhawatirkan kebal terhadap vaksin.

Sehingga WHO mengkategorikan varian ini sebagai varian yang harus diwaspadai atau variant of interest (VOI).

Cara mengatasi varian Mu

Dicky Budiman seorang epidemolog dari Center for Environmental and Population Health Griffith, University Australia mengatakan jika ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah varian Mu ini.

Kepatuhan akan protokol kesehatan dan sesegara mungkin melakukan vaksinasi serta penerapan tracing, testing, dan treatment tetap menjadi solusi yang efektif untuk menekan laju perkembangan varian baru tersebut.

Masyarakat harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi.

"Sebetulnya reaksi, respons, atau strateginya tetap sama,yaitu 3T, 5M, dan vaksinasi," kata Dicky Budiman.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved