Jadi Admin Investasi Bodong Arisan Online di Makassar, Mahasiswi Asal Mamuju Ditangkap Polisi

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Jamal Fathur Rakhman mengatakan, peran DN dalam kasus ini sebagai admin dari salah satu investasi

Editor: Ilham Mulyawan
Tangkapan Layar Tribun Timur
Mahasiswi asal Mamuju berinisial DN menutup wajahnya saat diperiksa terkait investasi bodong di Kota Makassar 

TRIBUN-SULBAR.COM - Kasus investasi bodong arisan online di Kota Makassar, Sulawesi Selatan memasuki babak baru.

Kini tersangka bertambah menajdi empat orang.

Tersangka baru itu adalah seorang mahasiswi asal Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat berinisial DN (22).

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Jamal Fathur Rakhman mengatakan, peran DN dalam kasus ini sebagai admin dari salah satu investasi atau arisan menurun.

Pihaknya pun mengaku telah menahan tersangka bersama tiga lainnya, yang sebelumnya juga telah ditetapkan tersangka.

Ketiganya, LD alias Lisda yang merupakan owner, admin MD dan pemilik rekening, AR.

"Untuk korban yang melapor hingga saat ini, masih berjumlah belasan orang," ujarnya seperti dilansir dari Tribun-Timur.com.

Namun, kerugian yang ditimbulkan bertamba dari sebelumnya Rp 90an juta, kini sudah ratusan juta rupiah.

Sebelumnya diberitakan, Investasi bodong berkedok arisan berhasil mengelabui puluhan sosialita di Kota Makassar, Sulawasi Selatan.

Hal itu terkuak setelah puluhan ibu-ibu yang menjadi investor atau member arisan mendatangi Mapolsek Rappicini, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Rabu (16/9/2021) malam.

Mereka mengaku ditipu oleh perempuan bernama Lisda, yang merupakan penyedia jasa investasi berkedok arisan itu.

"Jadi mereka (para korban) melaporkan dugaan penipuan yang diduga dilakukan oleh sodari Lisda, terkait dengan investasi," kata Kanit Reskrim Polsek Rappicini Iptu Akhmad Risal kepada wartawan.

"Jadi korban itu memasukkan sejumlah uang kepada terlapor (Lisda) kemudian dijanjikan diberikan keuntungan antara Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta per lima hari," sambungnya.

Pihaknya mengaku telah verusaha melakukan proses mediasi terhadap terlapor Lisda dan para korban.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved