Breaking News:

Cegah Stunting, DPPKB Majene Bekali Kelompok Bina Keluarga Balita Pertolongan Pertama pada Bayi

Adapun peserta terdiri dari orangtua bayi dan balita diberi pemahaman tentang pentingnya memberi gizi yang sesuai bagi buah hatinya.

Penulis: Misbah Sabaruddin | Editor: Hasrul Rusdi
TribunSulbar.com/Misbah Sabaruddin
DPPKB Kabupaten Majene saat membekali kelompok BKB Syafa'ah di Lingkungan Passarang Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae Kabupaten Majene, Selasa, (28/09/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Dinas Pengendalian Pendududk dan Keluarga Berencana (DPPKB) kabupaten Majene membekali kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) Syafa'ah di Lingkungan Passarang Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae Kabupaten Majene, Selasa, (28/9/2021).

Pelatihan pencegah stunting menjadi pertemuan rutin bagi kader dan sasaran di kelompok Bina Keluarga Balita Syafa’ah, kali ini bertema Pelatihan Pijat Bayi.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para pengelola kelompok BKB di wilayah tersebut.

Pelatihan pijat bayi ini juga dimaksudkan agar orangtua memahami bagaimana menangani masalah keseharian anak.

Baca juga: Orangtua Siswa SD Inpres Rimuku Mamuju Dukung Simulasi Covid-19

Baca juga: Cegah Klaster PTM Terbatas di Sekolah: Pemerintah Terapkan Strategi Prokes dan Deteksi

DPPKB Kabupaten Majene saat membekali kelompok BKB Syafa'ah di Lingkungan Passarang Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae Kabupaten Majene, Selasa, (28/09/2021).
DPPKB Kabupaten Majene saat membekali kelompok BKB Syafa'ah di Lingkungan Passarang Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae Kabupaten Majene, Selasa, (28/09/2021). (TribunSulbar.com/Misbah Sabaruddin)

Misalnya sembelit, tidak nafsu makan, batuk pilek atau lainnya.

Pijat bayi ini sifatnya pencegahan dan pertolongan pertama.

"Terutama meningkatkan imunitas bayi. Orangtua tetap dianjurkan ke dokter atau petugas kesehatan jika mengalami sakit yang serius," jelas Sitti Nur Aliyah Kepala seksi Bina Ketahanan Keluarga Balita Anak dan lansia, DPPKB Kabupaten Majene.

Pembekalan bagi BKB tersebut diawali dengan pengetahuan tentang Gizi dan kesehatan kepada peserta. Dengan narasumber Novi Winarti, praktisi dalam penanganan ibu, bayi dan balita.

Adapun peserta terdiri dari orangtua bayi dan balita diberi pemahaman tentang pentingnya memberi gizi yang sesuai bagi buah hatinya.

"Setelah pemberian ASI ekslusif pada bayi sampai berumur 6 bulan, dilanjutkan dengan mengenalkan beragam makanan pada usia di atas 6 bulan dengan tekstur yang berbeda," terangnya.

Hal lain yang menjadi fokus dalam pembekalan bagi BKB tersebut adalah kecukupan jumlah komponen gizi bayi seperti protein, lemak, serat.

Orangtua juga hendaknya tetap memberikan ASI sampai genap 2 tahun. Kegiatan ini juga dihadiri pembina kelompok Bina Keluarga Balita Syafa’ah.

"Kami massif melaksanakan kegiatan seperti ini pada kelompok Bina Keluarga Balita terutama di lokus stunting. Apalagi mengingat di Kelurahan Totoli tahun 2021 termasuk salah satu lokus stunting dari 20 desa kelurahan yang menjadi sasaran penanganan, akibat tingginya kasus stunting di wilayah tersebut," tandasnya. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Misbah Sabaruddin

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved