Breaking News:

Anggaran Videotron Rp 1,4 Miliar, Mahasiswa Majene: Lebih Penting Pengadaan Mobil Damkar

"Kita ketahui bersama Majene masih sangat kurang mobil damkarnya. Ironisnya sampai saat ini belum ada solusinya," lanjutnya.

Penulis: Misbah Sabaruddin | Editor: Hasrul Rusdi
Ist/TribunSulbar.com
Ketua IM3I, Andi Muhammad Rivat (kiri) bersama anggota IM3I lainnya Sahid (kanan). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Ikatan Mahasiswa Mahasiswa Mandar Majene Indonesia (IM3I) soroti usulan Pemerintah Kabupaten Majene terkait anggaran iklan videotron Rp 1,4 miliar.

Usulan iklan videotron tersebut dimasukkan dalam APBD Perubahan 2021.

Anggaran itu rencananya akan digunakan untuk menyuplai iklan di videotron selama tiga bulan.

Ketua IM3I, Andi Muhammad Rivat mengatakan, masih banyak kebutuhan publik yang lebih penting dibiayai dibanding iklan videotron.

Baca juga: Siswa SD Inpres Rimuka Mamuju Simulasi Protokol Kesehatan Covid-19 Sebelum PTM

Baca juga: Pascagempa 5.0 Magnitudo di Mamuju Tengah, BPBD Sulbar: Belum Ada Laporan Kerusakan

Progress pengerjaan videotron di Jalan Gatot Subroto, Majene sudah mencapai 70 persen. Tiang besi 8 meter dan layar LED 5 x 3 meter sudah terpasang.
Progress pengerjaan videotron di Jalan Gatot Subroto, Majene sudah mencapai 70 persen. Tiang besi 8 meter dan layar LED 5 x 3 meter sudah terpasang. (Tribun-Sulbar.com/Misbah Sabaruddin)

"Apakah anggaran sekian miliar itu tidak lebih baik digunakan dalam hal peningkatan pelayanan publik ?. Kesannya perencanaan pengiklanan videotron ini menyampingkan prioritas dan mengutamakan kepentingan pribadi," ujar Rivat sapaan akrabnya kepada Tribun-Sulbar.com, Selasa (28/9/2021).

Ia turut mempertanyakan, urgensi pengadaan videotron tersebut.

"Apa urgensi dari pembangunan videotron tersebut dan dari mana biaya operasionalnya ?" ucapnya.

Lanjut, Rivat, seharusnya Pemda Majene bisa melihat kebutuhan mendesak masyarakat untuk saat ini.

Termasuk dalam penanganan pascagempa bumi di Malunda dan Ulumanda. Juga penanganan Covid-19.

Ia menyebutkan, masih banyak daerah pelosok yang belum mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak dari pemerintah.

Baca juga: Terapi Plasma Konvalesen: Terapi yang Dianggap Efektif Menangani Pasien Terkonfirmasi Covid 19

Baca juga: Mulai Oktober Mendatang PeduliLindingi Bisa Diakses Melalui Platform Digital Seperti Gojek

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved