Gempa Mamuju Tengah

Penyebab Gempa Tektonik 5,0 SR Mengguncang Mamuju Tengah

Sebelumnya, gempa bumi tektonik mengguncang Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar), Minggu (26/9/2021) jelang magrib.

Penulis: Misbah Sabaruddin | Editor: Hasrul Rusdi
ist
Prakirawan BMKG Stasiun II Wilayah Majene, Hadi Nur Rohman 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Staf Operasional Geofisika BMKG Majene, Hadi Nur Rohman mengatakan, penyebab gempa di Mamuju Tengah karena adanya aktivitas sesar di Mamuju.

"Analisis penyebab gempa di Mamuju Tengah kemarin sore disebabkan aktivitas sesar Mamuju," ujar Hadi Nur Rohman kepada Tribun-Sulbar.com, Senin (27/9/2021).

Ia menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar naik Mamuju.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik," ucapnya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Selasa 28 September 2021: Potensi Hujan Ringan di Empat Wilayah Sulbar

Baca juga: DPRD Sulbar Ngapain? Masa Sidang Ketiga 2021 Berakhir, Tidak Ada Perda Disahkan

Informasi gempa bumi Mamuju Tengah (www.bmkg.go.id)
Informasi gempa bumi Mamuju Tengah (www.bmkg.go.id) (BMKG)

Namun, Hadi mengatakan, hingga saat ini potensi gempa susulan diperkirakan belum ada.

"Potensi gempa susulan untuk saat ini belum ada," terangnya.

Sebelumnya, gempa bumi tektonik mengguncang Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar), Minggu (26/9/2021) jelang magrib.

Getaran gempa dirasakan hingga ke Kabupaten Mamuju, ibukota Provinsi Sulbar.

Gempa itu berkekuatan magnitudo 5,0 SR.

Gempa terjadi tepat pukul 17.32 WITA.

Lokasi gempa 2,29° (lintang selatan), 119,19°(bujur timur) dengan kedalaman 36 km.

Baca juga: Hari Ketujuh Operasi Patuh 2021, Polres Majene Jaring 114 Kendaraan

Baca juga: Tujuh Ranperda Belum Disahkan, Kepala Biro Hukum: Semua Sudah Jalan Sesuai Mekanisme

Tepatnya di darat pada jarak 39 kilometer arah Barat Daya Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

BMKG mengimbau, masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Termasuk menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali kedalam rumah," saranya. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Misbah Sabaruddin

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved