Pasangan Suami Istri di Polman Ngaku Terpaksa Menipu, Untuk Beli Susu Bayi

Aksi pelaku bukan baru pertama kali di Polewali. Ia bersama dengan suaminya dan kedua pelaku lainnya sudah empat bulan beroperasi.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Hasrul Rusdi
Ist/TribunSulbar.com
Kapolres Polman, AKBP Ardi Sutriono merilis hasil penangkapan pelaku penipuan dengan modus jual beli mobil murah. 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Empat pelaku penipuan jual mobil fiktif di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) diamankan Polisi.

Dua diantaranya adalah pasangan suami istri.

Laki-laki berinisial KH (25) dan perempuan berinial IS (24).

Keduanya merupakan warga Desa Bunga-Bunga, Kecamatan Matakali, Polman.

IS mengaku, melakukan aksi penipuan karena terhimpit masalah ekonomi.

Baca juga: 4 Pelaku Penipuan Modus Jual Beli Mobil Terancam 6 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

Kapolres Polman, AKBP Ardi Sutriono merilis hasil penangkapan pelaku penipuan dengan modus jual beli mobil murah.
Kapolres Polman, AKBP Ardi Sutriono merilis hasil penangkapan pelaku penipuan dengan modus jual beli mobil murah. (Ist/TribunSulbar.com)

Ia butuh biaya pembeli susu untuk kedua anaknya yang masih kecil.

Sementara suaminya hanya berprofesi sebagai petani.

"Karena kondisi ekonomi. Saya bekerja sebagai ibu rumah tangga," ucap IS di hadapan wartawan, Senin (27/9/2021) .

Aksi pelaku bukan baru pertama kali di Polewali. Ia bersama dengan suaminya dan kedua pelaku lainnya sudah empat bulan beroperasi.

Modusnya adalah membuat akun Facebook palsu dengan nama, foto profil dan alamat palsu.

Dalam menjaring konsumen, para pelaku menawarkan produk mobil dengan harga murah.

Baca juga: Kisah Pilu Gadis 22 Tahun Dirudapaksa Ayah Kandungnya di Majene Hingga Hamil 7 Bulan

Baca juga: 4 Pelaku Penipuan Modus Jual Beli Mobil Terancam 6 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

Bahkan untuk meyakinkan korban, pelaku memasang foto profil Polwan yang bertugas di Mabes Polri.

Menurut informasi dari Kepolisian bahwa ketiga pelaku berinisial KH (25), IS (24), dan AK (19) adalah pelaku baru.

Sementara PD asal warga Sidrap merupakan jaringan lama dan sudah beberapa kali melakukan aksi penipuan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved