Jenazah Ditandu

Jenazah Warga Ditandu Karena Jalan Rusak, Camat Ulumanda : Sudah Sering Terjadi

Warga menandu jenazah secara bergantian dengan menempuh perjalanan sekitar 18 kilometer melewati jalan rusak.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Nurhadi Hasbi
Akun Facebook Iwan DM Al Fatih
jenazah warga terpaksa harus ditandu karena akses jalan rusak (Sumber: Facebook Iwan DM Al Fatih) 

Sugiran diketahui meninggal di Rumah Sakit Mamuju dua hari lalu.

Namun ambulans hanya bisa mengantar jenazah sampai di Desa Kebiraan.

Dari kampung Ba'ba Sondong (Desa Kabiraan), jenazah terpaksa ditandu menuju ke Dusun Paku (Desa Tandeallo)

Warga menandu jenazah secara bergantian dengan menempuh perjalanan sekitar 18 kilometer melewati jalan rusak.

"Tidak bisa masuk mobil, yang bisa hanya hartop, " ucap Arif.

Jenazah ditandu diketahui setelah viral di media sosial Facebook.

Foto jenazah itu diunggah oleh pemilik akun Facebook bernama Iwan pada 24 September 2021, dua hari lalu.

Jenazah ini terpaksa ditandu dari Puskesmas ke kampung halamannya Dusun Paku.

Dalam postingan Iwan, terdapat tiga foto disertai narasi atau keterangan foto.

jenazah warga terpaksa harus ditandu karena akses jalan rusak (Sumber: Facebook Iwan DM Al Fatih)
jenazah warga terpaksa harus ditandu karena akses jalan rusak (Sumber: Facebook Iwan DM Al Fatih) (Akun Facebook Iwan DM Al Fatih)

Isi captionya berbunyi.

"Innalillahi wa innailahi rojiun.
Saat ini jenazah alm. Bapak Sugirang sedang menuju ke kampung halaman (Paku), semoga amal ibadah almarhum senantiasa diterima oleh Allah.

Penderitaan warga kecamatan ulumanda pada saat ada keluarga yang sakit maupun yang meninggal, terpaksa ditandu puluhan kilo meter akibat kondisi jalan yang tak kunjung baik.

Kasus jenazah ditandu karena jalan rusak bukan baru kali ini terjadi di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Pada Januari 2021 lalu, jenazah Icci Subu, seorang perempuan berusia 60 tahun, asal Desa Ulumanda Dusun Lalausu, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, juga mengalami hal sama.

Jenazah terpaksa ditandu menggunakan sarung ke rumah duka menempu perjalanan puluhan kilo lantaran tak diizinkan dibawa menggunakan ambulans puskesmas.

Keluarga terpaksa menandu jenazah karena pihak puskesmas tidak menginzinkan mereka menggunakan ambulance.

Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pengunggah dan pemerintah setempat atau keluarga terkait kebenaran foto tersebut.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved